Malang (beritajatim.com) – Universitas Katolik Widya Karya (UKWK) Malang menggelar talkshow bertema “Leadership in The Age of Uncertainty” atau Menjadi Pemimpin yang Adaptif dan Berhati, Sabtu (15/11/2025).
Kegiatan tersebut bertujuan memunculkan ide-ide kreatif dalam kepemimpinan serta memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Acara berlangsung di Aula Santo Thomas Aquinas Universitas Katolik Widya Karya, Jalan Bondowoso No. 2, Kota Malang.
RP. Agustinus Lie CDD, Ketua Yayasan Kolese Santo Yusup Malang, mengatakan bahwa di tengah dunia yang sarat informasi tidak jelas dan tidak bertanggung jawab, seringkali emosi masyarakat mudah tersulut. Karena itu, kegiatan seperti ini penting dilakukan demi membentuk karakter generasi muda.
“Agar mereka tidak terseret arus, karena anak muda akan menjadi pemimpin bagi perusahaan dan keluarga. Supaya mereka mencapai tujuannya dengan cara yang baik dan tidak bias,” ungkapnya.
Hal serupa ditegaskan Dr. Agustinus Indradi, M.Pd., selaku Kepala Humas UKWK Malang. Ia menyebut tujuan utama talkshow kepemimpinan adalah mengembangkan potensi diri, membentuk jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab, berkarakter, serta mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.
“Kegiatan talkshow ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa UKWK. Bisa meningkatkan motivasi dan semangat, melatih pengambilan keputusan, meningkatkan kemampuan memecahkan masalah, membangun kerja sama tim, memperoleh wawasan baru, hingga mempersiapkan diri untuk dunia kerja serta membentuk pemimpin visioner,” ujarnya.
Sementara itu, Nicholas Chander, Presiden BEM Universitas Katolik Widya Karya Malang, menambahkan bahwa talkshow ini bertujuan membentuk lebih banyak pemimpin—bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan juga memberi manfaat bagi orang lain.
“Teman-teman ingin menjadi seorang pemimpin, namun sering bingung dari mana mengawalinya dan seperti apa menjadi pemimpin sejati. Pemimpin sejati harus bisa mendengarkan pendapat, merangkul anggotanya dengan baik, dan bermanfaat bagi anggotanya,” tuturnya.
Nicholas berharap peserta talkshow mampu mengembangkan jiwa kepemimpinan mereka. “Peserta talkshow ini diajak untuk memunculkan rasa jiwa pemimpinnya. Peserta tidak hanya dari Mahasiswa Universitas Katolik Widya Karya, tetapi juga beberapa BEM dari Malang Raya,” pungkasnya. (yog/kun)






