Banyuwangi (beritajatim.com) – Tak ada salahnya dan justru menguntungkan bagi warga korban banjir bandang Kecamatan Kalibaru, karena adanya layanan jemput bola administrasi kependudukan di tempat mereka.
Betapa tidak, adanya layanan adminduk itu sehingga mempermudah warga khususnya warga korban banjir urus adminduk mereka.
Pasalnya, saat banjir bandang terjadi ada ratusan kepala keluarga yang terdampak. Sebanyak 35 rumah warga rusak dan hilang tersapu banjir bandang.
Sejak dibuka pada Minggu, (6/11/2022) sebanyak 528 dokumen terselesaikan dengan cepat dan mudah.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pemkab-banyuwangi”]
“Hingga Kamis, 9 November sudah ada 528 dokumen milik warga yang kami terbitkan kembali. Mulai KK, KTP Elektronik, KIA, Akta Lahir, Akta Kematian. Dokumen kebanyakan rusak dan sebagian hilang,” kata Juang, Kamis (10/11/2022).
Dalam layanan adminduk ini tidak hanya melayani pemulihan dokumen adminduk, tapi juga disediakan konsultasi masalah adminduk lainnya.
Dalam situasi bencana seperti ini, kata Juang, pelayanan adminduk bagi warga dipermudah dengan berbagai toleransi. Seperti apabila dalam kondisi normal, mengurus dokumen adminduk yang hilang harus terdapat surat kehilangan dari kepolisian, dalam kondisi ini tidak diperlukan.
“Intinya kami permudah, warga cukup datang saja apabila tidak memiliki backup atau copy dari dokumennya. Nanti kami telusuri berdasarkan nama karena terkoneksi di database,” bebernya.
Juang menjelaskan bagi dokumen adminduk warga yang hilang diupayakan selesai saat itu juga.
“Kalau tidak ada kendala administrasi, dokumen bisa langsung kami cetakkan, termasuk dokumen lain seperti KK, KIA, dan sebagainya,” tambah Juang.
Sebelumnya layanan serupa juga dilakukan Banyuwangi, saat banjir melanda sejumlah lokasi di wilayah perkotaan. Tim Pelangi Dispendukcapil juga melakukan jemput bola membuka pelayanan adminduk di kawasan tersebut hingga malam hari. (rin/kun)






