Mojokerto (beritajatim.com) — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat sekitar dengan menggagas pembangunan sumur bor di Desa Mlirip, Kecamatan Mlirip, Kabupaten Mojokerto. Rencana tersebut dibahas melalui koordinasi bersama pemerintah desa setempat.
Pertemuan berlangsung di ruang Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Mojokerto dan dipimpin langsung oleh Kalapas Kelas IIB Mojokerto, Rudi Kristiawan. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa (Kades) Mlirip beserta perangkat desa, serta staf Barang Milik Negara (BMN) Lapas Kelas IIB Mojokerto untuk membahas aspek teknis dan administrasi pembangunan.
Pembangunan sumur bor direncanakan berlokasi di Desa Mlirip dan ditujukan untuk membantu ketersediaan air bersih bagi masyarakat. Dalam hal ini, Lapas Kelas IIB Mojokerto memberikan dukungan sebagai bentuk kontribusi sosial kepada lingkungan sekitar.
Ia menambahkan, sinergi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan dengan pemerintah desa merupakan langkah penting dalam membangun hubungan yang harmonis dan saling mendukung. Melalui koordinasi yang baik, program yang direncanakan diharapkan dapat berjalan sesuai ketentuan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Kades Mlirip, Purwanto menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan dari pihak Lapas Kelas IIB Mojokerto terhadap kebutuhan warga. “Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan dukungan yang diberikan. Pembangunan sumur bor ini tentu sangat bermanfaat bagi warga kami,” katanya.
Dengan adanya koordinasi tersebut, pembangunan sumur bor di Desa Mlirip diharapkan dapat segera terealisasi sehingga mampu membantu pemenuhan air bersih masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi antara Lapas Kelas IIB Mojokerto dan pemerintah desa dalam mendukung kesejahteraan warga. [tin/but]







