Surabaya (beritajatim.com) – Kondisi memprihatinkan menyelimuti Lapangan Jatim Seger di kawasan Kertajaya, Surabaya. Meski diklaim berstandar internasional, fasilitas lapangan yang diresmikan Gubernur Jawa Timur pada 2023 itu justru minim penerangan, terutama saat malam hari.
Ketidaknyamanan ini dirasakan para pengguna lapangan, terutama pelari yang memilih waktu malam untuk berolahraga. Tidak hanya itu, kegelapan juga dimanfaatkan sejumlah pasangan muda-mudi untuk berduaan di sudut-sudut gelap area lapangan.
“Ya bagaimana tempat paling dekat dengan rumah di lapangan ini, tapi seperti kurang nyaman makin kesini karena gelap lapangannya banyak orang pacaran di kursi bawah pohon kan gelap tidak terlihat. Bahkan saya kerap kali mereka melakukan hal yang kurang baik,” ungkap Ratna Dwi (21), warga Ngagel Surabaya, Kamis (24/4/2025). Ia merupakan mahasiswa semester akhir di salah satu perguruan tinggi negeri di Surabaya.
Hal senada juga disampaikan oleh Chusnul Hasanah, warga Tambaksari. Ia mengeluhkan kondisi lapangan yang minim penerangan dan toilet yang kurang terawat. Kedua faktor itu menjadi alasan dirinya memilih tempat lain untuk berolahraga.
“Disini yang bikin malas adalah penerangan kurang, kamar mandi seperti tidak terawat karena bau padahal di area sini juga dipakai para atlet latihan,” katanya.
Lapangan yang diresmikan Khofifah Indar Parawansa pada 11 Februari 2023 ini diklaim memiliki sertifikasi internasional dari World Athletics yang berbasis di Monaco. Namun kenyataan di lapangan berkata lain.
Masalah fasilitas bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, pengguna lapangan juga sempat diributkan dengan kebijakan karcis masuk sebesar Rp10.000. Tak lama berselang, lintasan lari di lapangan ini bahkan menggelembung usai diguyur hujan deras. [kun]






