Surabaya (beritajatim.com) – Kadangkala kita mengalami luka bernanah yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Nyatanya luka ini memiliki berbagai macam warna dari kuning, putih kekuningan atau kecoklatan yang muncul. Namun, kemunculan nanah pada luka dapat dikatakan normal. Hal ini merupakan respon tubuh terhadap luka. Hanya saja, luka bernanah bukanlah sesuatu yang dapat dianggap sepele.
Bahaya dari luka bernanah yang tidak diobati akan menghambat penyembuhan bahkan memperparah luka. Sebenarnya, mengobati luka bernanah ringan memang dapat dilakukan sendiri di rumah. Tapi, kita perlu memperhatikan penggunaan obat yang memberikan manfaat optimal supaya meminimalkan efek samping.
Obat yang dapat digunakan untuk mengobati luka bernanah adalah betadine. Inilah langkah mengobati luka bernanah menggunakan Betadine yang dapat dilakukan di rumah:
Pahami Luka Bernanah dengan Tepat
Ketika kita ingin mengobati luka bernanah lebih baik kenali jenis lukanya. Jika tergolong sebagai luka ringan, kita dapat mengobati dengan betadine secara langsung. Maka dari itu, betadine menjadi obat pertolongan pertama dalam mengobati luka bernanah.
Menyediakan Bahan-bahan yang Diperlukan
Saat melakukan perawatan terhadap luka bernanah siapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang diperlukan. Sebagai contoh cairan antiseptik, betadine, kain kasa steril, plester roll, dan baskom yang berisi air bersih hangat dicampur sabun antiseptik. Selain itu, kita perlu menyiapkan salep antibiotik. Jika semua sudah tersedia, kita mengobati luka bernanah.
Bersihkan Luka Terlebih Dahulu
Luka bernanah perlu dibersihkan terlebih dulu dengan air bersih hangat sudah diberi sabun antiseptik. Cara lainnya yang dapat dilakukan adalah membersihkan luka sambil berendam kalau bagian luka bernanah bisa direndam. Selain itu, kita dapat menggunakan kasa steril yang sudah dibasahi menggunakan cairan antiseptik. Catatan penting untuk mencegah infeksi dengan mengeluarkan nanah paksa menggunakan tangan.
Kompres Luka secara Menyeluruh
Kompres menjadi salah satu cara untuk menghilangkan cairan nanah dan membantu dalam mempercepat proses pengeringan luka. Bahan yang dapat digunakan adalah air hangat yang sudah dicampur dengan Betadine untuk mengompres. Lakukan hal ini secara rutin tiga kali sehari selama 10 menit saja, tapi jangan terlalu sering dan lama supaya luka bernanah tidak lembab dan parah.
Berikan Betadine pada Luka
Kita bisa mengompres luka bernanah menggunakan kain kasa steril. Caranya merendam kain kasa steril di air cairan antiseptik, lalu kompres selama 5 menit. Setelah itu, berikan betadine secukupnya pada luka hingga menutupi seluruh permukaan.
Tutup Luka Ketika Sudah Tunggu kering
Jika kita sudah mengoleskan Betadine ke permukaan luka bernanah lebih baik menunggu sampai kering sebelum menutup luka. Bahaya dari menutup luka saat cairan Betadine masih basah dapat memperburuk kondisi luka. Selain itu, untuk menghindari kontaminasi debu, lalat, bahkan menyentuh dengan tangan. Hal itu akan menimbulkan infeksi.
Apabila sudah kering, kita bisa menutup luka menggunakan kain kasa steril. Kemudian rekatkan kain kasa steril dengan plester roll, tujuannya untuk menjaga luka agar tetap kering. Untuk mengantisipasi bersentuhan dengan air, maka lebih baik menutup luka dengan plastik. Ketika tidak sengaja terkena air, lebih baik keringkan luka, segera ganti kasa steril dan plester roll.
Melakukan Penindakan Lebih Lanjut
Luka bernanah yang cukup dalam dan besar sehingga sulit dijangkau. Sebaiknya kita mengobati di fasilitas kesehatan, ke klinik atau dokter apabila luka bernanah tidak kunjung sembuh setelah diobati dengan betadine. Dengan begitu, dokter dapat memberikan tindakan dan obat untuk mempercepat penyembuhan luka bernanah dan mencegah terjadinya infeksi. (PRD/ian)






