Surabaya (beritajatim.com) – Masyarakat di wilayah Ngawi, Magetan, dan Ponorogo yang akan beraktivitas pada Kamis, 26 Februari 2026, disarankan untuk bersiap dengan kondisi langit yang cenderung berawan sepanjang hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca terbaru, ketiga daerah di kawasan Mataraman Jawa Timur ini tidak menunjukkan potensi hujan signifikan, namun tingkat kelembapan udara tergolong cukup tinggi.
Prakirawan BMKG Juanda, Oky Sukma Hakim, S.Tr., menjelaskan bahwa kondisi atmosfer di wilayah tersebut relatif stabil.
“Secara umum cuaca di Ngawi, Magetan, dan Ponorogo didominasi berawan dari pagi hingga malam hari,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada indikasi cuaca ekstrem, namun masyarakat tetap perlu memperhatikan pembaruan informasi cuaca secara berkala.
Di Kabupaten Ngawi, kondisi langit diprediksi berawan mulai pukul 06.00 WIB hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Memasuki pukul 22.00 WIB, cuaca berangsur menjadi cerah berawan. Suhu udara di wilayah ini berada pada kisaran 23 hingga 28 derajat Celcius.
Angin bertiup dari arah timur dengan kecepatan sekitar 6,3 kilometer per jam. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, yakni berkisar antara 72 hingga 95 persen.
Sementara itu, di Magetan, cuaca diperkirakan stabil dengan kondisi berawan yang berlangsung sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga malam hari sekitar pukul 22.00 WIB. Suhu udara terendah tercatat di angka 22 derajat Celcius dan suhu tertinggi mencapai 27 derajat Celcius.
Angin bertiup dari arah tenggara dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam. Adapun kelembapan udara berada di rentang 72 hingga 88 persen.
“Untuk Magetan, pola awannya cenderung merata sepanjang hari,” jelas Oky.
Ia menambahkan bahwa kecepatan angin di wilayah tersebut relatif lebih kencang dibanding daerah sekitar.
Tak jauh berbeda, wilayah Ponorogo juga diprediksi mengalami cuaca berawan sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga menjelang malam pukul 19.00 WIB. Namun, pada malam hari kondisi udara dilaporkan menjadi kabur.
Suhu udara berada pada kisaran 23 hingga 28 derajat Celcius. Angin bertiup dari arah timur laut dengan kecepatan 7,9 kilometer per jam, sementara kelembapan udara berkisar antara 72 hingga 91 persen.
“Ponorogo berpotensi mengalami udara kabur pada malam hari, sehingga jarak pandang bisa sedikit menurun,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, cuaca di tiga wilayah tersebut tergolong aman untuk aktivitas harian. Meski begitu, warga tetap diimbau menjaga kesehatan mengingat kelembapan udara yang cukup tinggi dapat membuat tubuh lebih mudah merasa gerah dan lelah. [mnd/aje]






