Jombang (beritajatim.com) – Gerbang rumah milik Ninik Pratiwi (41) yang ada di Jl Wahidin Sudirohusodo No 74, Sengon, Jombang, terbuka lebar sejak pagi, Rabu (1/9/2021). Ada nuansa baru di rumah itu. Cat yang menempel di dinding nampak segar, sementara di atas pintu gerbang tersebut terdapat tulisan ‘Griya Ngaji’.
Ninik yang mengenakan busana muslim warna kuning bermotif batik nampak sibuk. Dia menyambut para tamu yang hadir di rumahnya. Selain mengisi absensi, para tamu juga membasahi telapak tangan mereka dengan cairan antikuman. Senada dengan Ninik, undangan yang hadir juga memakai busana serupa. Semua berseragam.
[berita-terkait number=”4″ tag=”mengaji”]
Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, mereka kemudian mengikuti rangkaian acara demi acara. Sedikitnya 20 orang yang hadir. Para ibu-ibu ini adalah jamaah ‘Aisyiah Jombang. Kedatangan mereka untuk mengikuti peresmian ‘Griya Ngaji’ Pimpinan Cabang Aisyiyah Jombang. Ya, rumah milik Ninik yang ada di tepi jalan raya itu kini dimanfaatkan untuk tempat mengaji.
Ninik bercerita, rumah miliknya tersebut sudah lama tidak ditempati. Ninik lantas berpikir untuk memanfaatkan rumah tersebut agar memiliki nilai lebih serta memberi barokah. “Nah, mulai hari ini rumah ini digunakan untuk tempat mengaji. Namanya Griya Ngaji Aisyiyah. Semoga dengan adanya rumah ngaji ini bisa memberikan manfaat kepada sesama,” kata Ninik di sela acara.
Di rumah tersebut ibu-ibu jamaah Aisyiyah duduk dengan tertib di kursi yang sudah disiapkan. Mengikuti jalannya acara dengan khidmat. Mulai pembukaan, pembacaan ayat suci Alquran, menyanyikan Mars Aisyiah, sambutan-sambutan, hingga ditutup dengan untaian doa.

Pencanangan ‘Griya Ngaji’ tersebut juga ditandai dengan santunan kepada warga sekitar. Sejumlah warga mendapatkan bingkisan berupa paket sembako. Harapannya, dengan santunan tersebut bisa meringankan beban warga yang terdampak Covid-19. “Santunan ini biasanya rutin kita lakukan setiap Jumat,” tambah istri dari dr Husnu Rajiin ini.
Ninik mengungkapkan, Griya Ngaji tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin memperdalam ilmu agama. Oleh karena itu, sebanyak tujuh guru ngaji juga sudah disiapkan. Sedangkan bidang yang dipelajari mencakup beberapa hal. Semisal, tartil dan tajwid dasar sampai mahir, tahfidz hafalan dengan metode tikror, terjemah per kata, menulis Alquran, serta tamyiz atau terjemah dengan metode mudah.
“Karena saat ini masih pandemi, maka kita menggunakan sistem bergiliran. Dalam satu hari, dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB, dibagai menjadi tiga sesi. Setiap sesi durasinya satu jam. Tiap jam jumlahnya hanya 3 sampai 4 orang. Alhamdulillah sudah puluhan peserta didik yang mendaftar. Tidak terpaku pada usia, siapapun boleh mendaftar,” ujar Ninik merinci.

Ketua PC (Pengurus Cabang) Aisyiyah Jombang Muli’ Inayatin yang hadir dalam peresmian itu mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Ny Ninik Pratiwi yang telah menyediakan rumah secara gratis untuk ‘Griya Ngaji’. Bukan hanya itu, para hadirin juga mendapatkan seragam baru dari tuan rumah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bu Ninik. Ini selaras dengan program seribu guru ngaji yang digagas jamaah Aisyiyah. Semoga dari ‘Griya Ngaji’ ini melahirkan banyak guru ngaji yang benar-benar mumpuni,” kata Muli’ Inayatin dalam sambutannya. [suf]






