Lamongan (beritajatim.com) – Masyarakat Lamongan dikagetkan dengan beredarnya informasi mengenai laporan masyarakat tentang terjadinya kecelakaan (laka) laut yang menimpa Kapal Motor Nelayan (KMN) Sumber Berkah Blimbing Paciran Lamongan.
Dalam informasi tersebut, disampaikan bahwa KMN yang mengalami laka dan tenggelam di antara wilayah laut Kepulauan Massalembu dan Bawean itu ditumpangi oleh 11 ABK. Lebih lanjut, dari 11 ABK itu, 3 di antaranya ditemukan selamat dan 8 lainnya masih belum ditemukan. Begitu isi postingan yang ditulis oleh akun media sosial Kabar Paciran.
Sehubungan dengan beredarnya info tersebut, beritajatim.com mencoba menghimpun informasi lebih jauh dengan mengkofirmasikan langsung kepada warga dan Rukun Nelayan (RN) Desa Belimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
“Iya mas, diduga kejadian laka kapal tersebut pada Sabtu 14 Agustus 2021. Terdapat 8 orang yang sampai sekarang belum diketemukan. Sedangkan 3 orang selamat, dan masih dalam perawatan medis,” ujar Wakhid, Ketua RN asal Desa Belimbing Kecamatan Paciran, Kamis (19/8/2021).
Dalam keterangannya, Wakhid menyampaikan, bahwa dari keterangan saksi, diperoleh informasi bahwa kejadian laka kapal itu di Perairan Pulau Masalembu Kabupaten Sumenep.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kapal-tenggelam”]
Lebih lanjut, bermula pada Kamis hari ini sekitar pukul 12.30 WIB, seorang pria bernama Imam Futni (28) asal Dusun Jompong Kelurahan/Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan bersama Wakhid telah menginformasikan bahwa KMN Sumber Berkah telah diduga tenggelam.
KMN Sumber Berkah itu kabarnya melaut sejak hari Sabtu tanggal 14 Agustus 2021, tepatnya pada sekitar pukul 05.00 WIB. Semula KMN itu memiliki tujuan ke Masalembu Kabupaten Sumenep dan diduga tenggelam, hal itu berdasarkan informasi yang diperoleh dari Mukhlisin, yakni Nahkoda KMN JAYA yang telah menolong 3 orang ABK Sumber Berkah di Perairan Pulau Masalembu.
“Informasi yang saya peroleh dari Mukhlisin, yakni pada Sabtu (14/8/2021) sekira pukul 16.00 WIB, ia beserta 3 ABK saat sedang beraktifitas di sekitar perairan Masalembu, yakni di titik koordinat 05°53’884″ LS 113°34’339″ BT, melihat ada 3 orang terapung di laut menggunakan jerigen dan teriak minta tolong. Mengetahui kejadian tersebut, lalu ia dan ABK lainnya segera memberikan pertolongan,” papar Wakhid.
Kemudian, ketiga orang yang terapung dinaikkan di atas KMN JAYA dengan kondisi yang sangat lemas, Wakhid bercerita, selanjutnya pria bernama Eko yang merupakan salah satu ABK KMN Jaya berinisiatif untuk bertanya kepada korban selamat. Akhirnya didapat sejumlah informasi dari salah satu korban yang selamat bernama Suwaras tersebut.
“Lantaran ABK korban laka tang selamat itu memerlukan pertolongan medis, lalu Mukhlisin selaku nahkoda KMN JAYA memutuskan untuk kembali pulang. Lalu sekitar pukul 11.00 WIB, tepatnya hari kamis (19/8/2021), KMN JAYA tiba dan sandar di PPN Brondong,” terang Mukhlisin
Para korban yang selamat itu kemudian segera dilarikan oleh RN Blimbing ke PKU Muhamadiyah untuk mendapatkan pertolongan medis. Hingga berita ini ditulis, petugas Polairud Lamongan yang mendapatkan laporan masih terus berusaha melakukan pencarian dan tindakan penanganan lebih lanjut.[riq/kun]






