Blitar (beritajatim.com) – Video lagu Iclik Cinta sempat membuat gaduh masyarakat. Pasalnya lagu Iclik Cinta itu menggunakan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Bung Karno Kota Blitar sebagai latar video klipnya.
Hal itu pun menuai kecaman dari masyarakat luas. Sebagian besar masyarakat tidak terima tempat yang menyimpan sejarah Bung Karno tersebut dijadikan lokasi shooting video klip lagu Iclik Cinta.
Kecaman itu juga datang dari budayawan Blitar. Salah satu yang mengecam hal itu adalah Bondan Widodo. Menurut Bondan, kasus itu menunjukkan rusaknya moral anak bangsa. Bagaimana bisa tempat yang suci dan agung dijadikan lokasi shooting lagu yang berbau seksi seperti itu.
“Menurutku ya sangat tidak beretika karena itu yang sangat suci dan agung, kita tahu Perpusnas Bung Karno adalah tempat dimana anak-anak bangsa belajar tentang nation dan character building ajaran Bung Karno,” ungkap Bondan, Selasa (11/03/2025).
Kasus ini pun sejatinya menjadi cermin kecil tentang etika dan moral anak bangsa utamanya di Kota Blitar. Dipungkiri atau tidak, moral generasi muda utamanya Kota Blitar memang mengalami degradasi.
Kontroversi video lagu Iclik Cinta ini pun menunjukkan hilangnya etika dan moralitas generasi muda terhadap pejuang bangsa. Masuknya budaya luar atau barat yang tidak terbendung secara tidak langsung melunturkan etika serta moralitas generasi sekarang.
“Waduh ya sulit, permasalahannya dah terlalu komplek, moral anak bangsa terlanjur rusak parah, pendidikan budi pekerti sudah tidak ada. Ya kembali pada TRISAKTI, Ajaran Bung Karno,” sarannya.
Kontroversi lagu Iclik Cinta ini pun seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak, bukan hanya untuk rumah produksi dan sang penyanyi namun juga Pemerintah Kota Blitar. Pemerintah Kota Blitar tentu harus mengevaluasi apakah ajaran tentang nasionalisme masih dijalankan atau sudah mulai luntur.
Para budayawan pun berharap ajaran Bung Karno dan nasionalisme dimasukkan dalam pelajaran muatan lokal (mulok). Diharapkan dengan begitu, moralitas dan etika anak bangsa bisa kembali ditata.
Video klip lagu Iclik Cinta yang berlatar Perpusnas Bung Karno pun kini telah dihapus. Pihak manajemen dan rumah produksi pun telah mengganti video lagu Iclik Cinta dengan latar yang lain.
Sebelumnya, Mala Agatha telah meminta maaf usai lagunya berjudul Iclik Cinta membuat gaduh masyarakat. Permohonan maaf itu diungkapkan oleh penyanyi asal Blitar tersebut di media sosial pribadinya.
Penyanyi dangdut itu meminta maaf kepada pengelola Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Bung Karno, masyarakat Kota Blitar serta Indonesia karena telah menggunakan Perpusnas Bung Karno sebagai latar video klip lagunya yang berjudul Iclik Cinta. Mala Agatha pun menyebut permohonan maaf ini mewakili dirinya sendiri, manajemen serta Icha Chellow
“Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Mala Agatha atas nama pribadi dan perwakilan dari manajemen memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada perpustakaan Bung Karno dan juga warga masyarakat kota Blitar serta masyarakat Indonesia umumnya atas kegaduhan yang terjadi terkait beredarnya video klip Iclik Cinta yang menggunakan area makam Bung Karno sebagai latar video klip kami yang dirasa kurang pantas,” ucap Mala Agatha di akun Instagram pribadinya. [owi/aje]






