Jember (beritajatim.com) – Pertandingan Persid Jember melawan tuan rumah Persekabpas di Stadion R. Sudarsono, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (20/1/2024) sore, terasa sebagai laga final di Grup HH 16 Besar Liga 3 Jawa Timur.
Kedua tim adalah unggulan di grup ini dan sama-sama memetik kemenangan dalam pertandingan pertama. Persid mengalahkan Mojokerto Putra 2-0, Persekabpas mengalahkan PSM Madiun 2-1.Keduanya pernah berhadapan dalam laga uji coba di Jember beberapa waktu lalu dan berbagi skor 0-0.
Misnadi Amrizal, pelatih Persid, meminta anak-anak asuhnya lebih bersabar dalam bermain. “Apalagi dia tuan rumah. Banyak yang harus kami benahi, terutama faktor emosi pemain. Kami harus lebih sabar, karena kalau tidak, selesai. Secara tim, kemampuan kami sama. Anak-anak juga sudah on fire,” katanya.
Misnadi berharap Iwan Sampurno dan kawan-kawan tak membuang peluang untuk mencetak gol. “Lini tengah Persekabpas harus diwaspadai. Tapi tidak perlu berfokus hanya pada mereka. Semua perlu perhatian,” katanya.
Sementara itu Achmad Jainuri, asisten pelatih Persid, berharap wasit bisa mengambil keputusan dengan baik tanpa ada kontroversi. “Kalau wasit fair, kita bisa menang. Ini pertandingan final. Kalau bisa menang, insyaallah Babak 8 Besar di depan mata. Mohon doanya,” katanya.
Jainuri berharap anak-anak bisa tampil bagus seperti saat melawan Mojokerto. “Alhamdulillah, anak-anak siap semua. Tidak ada yang cedera atau mendapat kartu. Kami sudah antisipasi dan punya gambaran bagaimana permainan Persekabpas,” katanya.
“Mereka punya pemain bagus. Sayap kanan dan kiri bagus, tapi strikernya tidak begitu bagus. Mereka punya gelandang yang pintar membaca permainan. Kiper mereka kurang bagus. Karena pernah beruji coba di Jember, kedua tim tahu sama tahu,” katanya.
Tantangan terbesar Persid adalah menjaga kondisi pemain. Dengan jeda waktu pertandingan hanya sehari, menurut Jainuri, anak-anak harus pandai menjaga stamina. “Tentu dengan makan makanan bernutrisi,” katanya. [wir]






