Pasuruan (beritajatim.com) – Kursi PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) Kabupaten Pasuruan mengalami penurunan dalam Pemilu 2024. PKB hanya memperoleh 14 kursi, padahal pada Pemilu sebelumnnya, partai ini mendapat 15 kursi di DPRD setempat.
Kegagalan ini membuat mantan Bupati Pasuruan dua periode, Irsyad Yusuf, mundur dari jabatannya sebagai Ketua Tanfidz DPC PKB Kabupaten Pasuruan.
Keputusan mengejutkan ini diumumkan Irsyad Yusuf dalam acara halal bihalal dan pendidikan politik Pilkada 2024 di Kantor DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Gedung Addakhil Kraton. Irsyad menjelaskan bahwa pengunduran dirinya adalah bentuk pertanggungjawaban atas kegagalannya mencapai target perolehan kursi pada Pemilu 2024.
“PKB Pasuruan punya target 18 kursi di Pemilu 2024. Namun target itu tidak tercapai. Berdasarkan keputusan KPU, kami hanya mendapatkan 14 kursi,” ujar Irsyad, Jumat (17/5/2024).
Irsyad menambahkan dirinya sudah menandatangani pakta integritas untuk menjamin kemenangan besar PKB pada Pemilu 2024. Salah salah satu poinnya adalah mengundurkan diri jika target tidak tercapai.
Meskipun mundur dari jabatan struktural, Irsyad menegaskan bahwa ia tetap setia sebagai kader PKB. Dia berkomitmen untuk terus mendukung dan memperjuangkan kemenangan Gus Mujib pada Pilkada Pasuruan.
Mengenai siapa yang akan menggantikan posisinya sebagai Ketua DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Irsyad menyerahkan sepenuhnya kepada DPP PKB. “Saya sudah menyampaikan surat pengunduran diri kepada Ketua Umum Muhaimin Iskandar. Selanjutnya, menjadi kewenangan DPP untuk menentukan siapa penggantinya,” jelas Irsyad.
Sekretaris DPC PKB Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan, mengaku bahwa keputusan Irsyad Yusuf sangat mengejutkan dan berat untuk diterima. Menurutnya, keberhasilan atau kegagalan sebuah partai dalam kontestasi politik tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab seorang ketua.
“Pemilu 2024 adalah pemilu yang paling brutal, paling barbar, dan paling tidak beradab. Saya rasa Gus Irsyad pantas berargumen seperti ini karena kondisi ini juga pasti dirasakan pengurus DPP,” kata Dion, panggilan akrab Sudiono Fauzan.
Dengan adanya perubahan ini, PKB Kabupaten Pasuruan diharapkan dapat melakukan evaluasi dan strategi baru untuk menghadapi tantangan politik ke depan, terutama dalam mempersiapkan Pilkada Pasuruan yang akan datang. [ada/suf]






