Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten Jember, Jawa Timur, melakukan sejumlah langkah strategis jangka panjang untuk mengurangi defisit anggaran pada tahun-tahun mendatang. Salah satunya adalah meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan optimalisasi potensi ekonomi, khususnya di sektor pariwisata.
Bupati Muhammad Fawait mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember telah berupaya meningkatkan PAD melalui penguatan basis data dan sistem digital, intensifikasi dan ekstensifikasi objek pajak, serta sinergi dengan sektor pariwisata lokal.
“Dukungan terhadap desa wisata, pelaku UMKM, serta penegakan kepatuhan wajib pajak terus diperkuat. Seluruh strategi tersebut ditujukan untuk mendorong kemandirian fiskal dan menekan potensi defisit secara bertahap,” kata Fawait, dalam sidang paripurna Perubahan APBD Jember 2025, di gedung DPRD Jember, Senin (4/8/2025) malam.
Menurut Fawait, ada enam kebijakan yang dilaksanakan dalam mengelola pariwisata di Jember. Pertama, penetapan destinasi prioritas berdasarkan daya tarik dan potensi wisata yang meliputi destinasi wisata pegunungan, destinasi wisata pantai, destinasi perkotaan melalui kerja sama dengan akademisi dan praktisi wisata.
Kedua, penguatan infrastruktur dan aksesibilitas menuju lokasi wisata melalui perbaikan jalan dan penyediaan bus wisata gratis. Fawait mengatakan, saat ini rencana pemadatan dan pelebaran jalan menuju air terjun Tancak masih menanti perpanjangan nota kesepahaman antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan Perhutani sebagai pengelola lahan air terjun.
Kebijakan berikutnya adalah pengembangan produk dan layanan wisata melalui penyiapan paket wisata tematik yang meliputi wisata alam, budaya, religi, kuline, dan paket wisata edukasi atau eduwisata yang berbasis masyarakat.
Pemkab Jember juga menguatkan sumber daya manusia dan kelembagaan melalui pelatihan bagi kelompok sadar wisata,pelaku homestay, pembentukan atau penguatan kelompok sadar wisata (pokdarwis), dan kemitraan dengan sekolah atau universitas untuk pengembangan sumber daya manusia.
Pemkab Jember telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi seperti, Universitas Jember, Politeknik Jember, Institut Teknologi dan Sains Mandala, dan Universitas Islam Negeri KH Achmad Siddiq untuk membangun desa wisata melalui penelitian dan pengabdian masyarakat.
Program kelima adalah digitalisasi dan promosi wisata. “Kami mengupdate konten-konten wisata di media sosial resmi pariwisata dan bekerjasama dengan beberapa influencer dalam mempromosikan wisata secara digital seperti dengan Google Maps, Instragram, Youtube, Tiktok, serta bekerjasam dengan pertukaran mahasiswa (AIESEC) dalam mempromosikan pariwisata Kabupaten Jember,” kata Fawait.
Terakhir, Pemkab Jember menguatkan regulasi dan kebijakan pendukung. “Saat ini sedang dalam pembahasan peraturan daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Kabupaten di tingkat legislatif,” kata Fawait.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan DPRD Jember Ikbal Wilda Fardana mengapresiasi upaya pemerintah daerah dalam mengatasi defisit Rp 556 miliar dalam APBD Jember 2026 melalui rasionalisasi anggaran dan pemanfaatan sisa lebih pembiayaan anggaran. Dia berharap ke depan ada penjelasan lebih rinci tentang langkah-langkah strategis jangka panjang untuk mengurangi defisit tersebut, termasuk optimalisasi potensi ekonomi khususnya di sektor pariwisata lokal. [wir]






