Sampang (beritajatim.com) – Petani di Kabupaten Sampang mendapat kabar menggembirakan pada awal tahun 2026. Pemerintah resmi menambah alokasi pupuk bersubsidi untuk wilayah tersebut, dengan jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan tahun anggaran sebelumnya.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan dan Hortikultura Disperta KP Sampang, Nurdin, menyampaikan bahwa kebijakan penambahan kuota pupuk ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Tahun ini terjadi peningkatan cukup besar, terutama untuk pupuk Urea, NPK, dan pupuk Organik,” ujarnya, Jumat (30/1/2026).
Berdasarkan data yang diterima, pagu pupuk Urea pada 2026 ditetapkan sebesar 26.320 ton, meningkat dari tahun 2025 yang hanya mencapai 22.956 ton.
Sementara itu, pupuk NPK juga mengalami kenaikan dari 20.108 ton menjadi 22.047 ton. Lonjakan paling mencolok terjadi pada pupuk Organik yang naik dari 3.339 ton menjadi 5.077 ton.
Menurut Nurdin, penambahan kuota ini diharapkan dapat mengatasi persoalan kelangkaan pupuk yang kerap dikeluhkan petani, khususnya menjelang dan saat musim tanam berlangsung.
Dengan ketersediaan pupuk yang lebih mencukupi, petani di Kabupaten Sampang diharapkan mampu mengoptimalkan proses budidaya dan meningkatkan hasil panen.
Ia juga mengingatkan para petani agar memastikan data mereka telah terdaftar sebagai penerima pupuk subsidi. “Pengecekan bisa dilakukan secara mandiri melalui sistem e-RDKK milik Kementerian Pertanian,” tutupnya. [sar/suf]






