Jombang (beritajatim.com) – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengunjungi Ponpes (Pondok Pesantren) Tebuireng Jombang, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021). Selain menyapa santri Tebuireng, Nadiem Karim juga melakukan tabur bunga di makam pendiri NU, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari.
Kedatangan Mendikbud ini disambut oleh pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfidz atau Gus Kikin. Selanjutnya, Mendikbud beserta romongan menggelar ramah tamah di rumah induk pesantren arau dalem kasepuhan. Pertemuan pengurus Ponpes Tebuireng dengan Mendikbud ini berlangsung secara tertutup.
[berita-terkait number=”5″ tag=”nadiem-makarim”]
Sekitar satu kemudian, rombongan melakukan ziarah ke makam yang ada di pesantren tersebut, yakni makam pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, kemudian makam pahlawan nasional KH Abdul Wahid Hasyim, makam mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta makam KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah.
Di depan pusara para tokoh tersebut, Nadiem Makarim memanjatkan doa secara khusuk. Di sebelahnya, Gus Kikin turut mendampingi. Doa bersama ini ditutup dengan tabur bunga. Mendikbud yang mengenakan peci warna hitam ini mengambil keranjang berisi bunga. Dia kemudian menaburkan bunga tersebut ke makam para tokoh tersebut secara bergantian.
Apa tujuan kunjungan itu? Nadiem yang dicegat wartawan enggan memberikan komentar. Bahkan pria berdarah arab ini tidak mau diwawancarai sejumlah wartawan. Nadiem justru memilih berdialog dengan santri Ponpes Tebuireng yang saat itu baru saja selesai menunaikan ibadah salat asar.

Nadiem berhenti di samping masjid. Para santri berderet menyambutnya. Mendikbud kemudian menyapa santri itu, menanyakan asal daerahnya, menanyakan duduk di kelas berapa. “Saya asli surabaya,” jawab salah satu santri sembari menjelaskan asal sekolahnya.
Selain berdialog singkat, Mendikbud Nadiem Karim juga minta foto bersama dengan ratusan santri tersebut. “Kalian masih beruntung masih bisa belajar di pondok pesantren. Di luar sana, masih banyak yang belum bisa melakukan pembelajaran secara langsung,” ujar Nadiem di hadapan santri. [suf[






