Gresik (beritajatim.com) – Di tengah melandainya pandemi covid-19, semua lini sektor mulai dibangkitkan, salah satunya usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dipilihnya UMKM karena sektor ini menjadi kunci penguatan ekonomi kerakyatan.
Seperti yang dilakukan Petrokimia Gresik (PG) yang terus mendorong kebangkitan UMKM melalui program Mangga Madu/Muda Business Competition (MMBC) 2022.
“Saat ini UMKM memiliki peran strategis sebagai pilar perekonomian nasional yang dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan,” ujar Dirut Petrokimia Gresik, Dwi Satryo Annurogo, Kamis (23/06/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”UMKM”]
Lebih lanjut Dwi Satriyo mengatakan, sebagai
Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Salah satunya berfokus pada pendanaan dan pendampingan UMKM, termasuk program MMBC.
Ada dua segmen yang disasar lanjut dia, pertama Mitra Kebanggaan (Mangga) Muda yang diperuntukkan bagi mahasiswa aktif, serta Mangga Madu bagi istri karyawan.
“Melalui program itu, kami ingin mendorong generasi muda untuk meningkatkan jiwa entrepreneur yang profesional, sekaligus memberikan akses permodalan dan pembinaan bagi generasi muda dalam mengembangkan usahanya,” ungkap Dwi Satryo.
Ia menambahkan, untuk Mangga Madu yang diprioritaskan bagi perempuan. Pihaknya kngin mengoptimalkan potensi perempuan untuk menjadi entrepreneur, dimana perempuan dikenal mempunyai keunggulan multitasking.
“Ini juga menjadi persiapan dini untuk bekal saat pensiun nanti, terutama bagi para istri yang memiliki usaha sendiri. Sehingga dapat meningkatkan peran perempuan sebagai pilar ekonomi keluarga,” imbuhnya.
Baik Mangga Muda dan Mangga Madu tepat sasaran. Dua program tersebut, juga dinilai oleh dewan juri. Ada sepuluh tim yang terbagi ke dalam dua sub kategori, yaitu creativesociopreneur dan agrosociopreneur.
Wakil Rektor Universitas Ciputra, Christina Whidya Utami sekaligus dewan juri menyatakan seorang entrepreneur itu bisa diedukasi, dan MMBC ini merupakan salah satu media mencetak entrepreneur yang inovatif.
“Saya mengapresiasi inovasi para finalis yang menjadikan bisnisnya sustainable. Semoga menginspirasi,” paparnya.
Selama tahun 2021, Petrokimia Gresik telah mendukung 326 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi Mangga, dengan memberikan bantuan modal, pembinaan dan pendampingan. Adapun total nilai penyaluran program Mangga tahun 2021 mencapai Rp 42,17 miliar. Nilai ini lebih tinggi 11,5 persen jika dibandingkan dengan penyaluran tahun 2020 yakni Rp 37,82 miliar. (dny/kun)






