Lamongan (beritajatim.com) – Literasi media telah menjadi pondasi penting bagi generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Hal tersebut diungkapkan oleh Anggota Komisioner Lembaga Sensor Film Republik Indonesia (LSF RI), Dr. Imam Safe’i, dalam kuliah tamu yang digelar dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Selasa (23/9/2025), bertempat di Gedung Sabudga.
Kuliah umum yang bertajuk “Membangun Generasi Cerdas dan Berkarakter Melalui Literasi Media” ini mengedepankan pentingnya kecerdasan dan karakter dalam menyaring informasi yang diterima, terutama dalam menghadapi media sosial dan berbagai konten digital yang berkembang pesat.
Imam Safe’i menyampaikan bahwa literasi media bukan hanya tentang kemampuan mengakses informasi, tetapi juga kemampuan untuk mengevaluasi dan menggunakan informasi tersebut dengan bijak.
“Generasi cerdas tidak boleh mudah terjebak pada hoaks, propaganda, atau konten negatif yang bisa merusak pola pikir. Literasi media membekali mereka dengan kemampuan menyaring dan menganalisis berbagai konten digital,” ujar Imam Safe’i.
Di tengah maraknya penyebaran informasi yang tidak terfilter, ia menegaskan bahwa generasi muda harus memiliki kemampuan kritis terhadap setiap informasi yang diterima. Dalam era digital, di mana informasi dapat dengan mudah tersebar tanpa batas, kemampuan untuk memilah dan memilih informasi yang berguna sangatlah penting.
Imam juga menyampaikan tantangan besar yang dihadapi oleh Generasi Z dan milenial dalam menggunakan teknologi. Menurutnya, penggunaan teknologi tidak seharusnya berhenti pada hiburan semata tanpa adanya filter kritis.
Sebaliknya, teknologi harus diarahkan untuk penguatan karakter dan kecerdasan informasi. “Generasi cerdas dan berkarakter lahir dari kemampuan literasi media yang kuat,” lanjutnya, memberikan penekanan akan pentingnya pendidikan literasi media yang lebih masif.
Pesan tersebut mendapatkan sambutan positif dari mahasiswa Unisda. Salah satunya, Hanifah Dwi Faktur Rohmah, mahasiswa baru yang mengaku mendapat wawasan baru terkait penggunaan media sosial.
“Sebelumnya kami belum terlalu memahami cara tepat menyikapi informasi di media sosial. Alhamdulillah, kuliah umum ini memberi arahan yang bermanfaat agar kami lebih bijak menggunakan media sosial,” katanya.
Kegiatan kuliah tamu ini menjadi salah satu langkah penting dalam menyiapkan mahasiswa agar tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga bijak dalam menggunakan media digital.
Dengan adanya literasi media yang lebih kuat, generasi muda diharapkan dapat menghindari jebakan informasi palsu dan memiliki kemampuan untuk berpikir kritis dalam menghadapi era digital yang penuh tantangan. [fak/suf]






