Surabaya (beritajatim.com) – Di Indonesia kue jahe mungkin bukan kudapan yang akrab dan sering dijumpai. Berbeda di Eropa atau Amerika yang menjadikan kue jahe sebagai kudapan, bukan hanya ketika merayakan natal.
Namun, tetap saja bagi sebagian orang belum afdhol rasanya merayakan natal jika tidak ada kue jahe. Jika tak ingin ribet, camilan ini dengan mudah di dapat di beberapa supermarket maupun tenan-tenan pameran spesial natal seperti hosttea.dekart.
Namun menurut Elok Re Napio, kue jahe ini sebenarnya bisa dihidangkan kapan saja tidak hanya pada saat Natal. Hanya saja karena momennya christmas, maka bentuk dan juga hiasan icingnya (karakter) mengikuti suasana.
“Kalau hari biasa kita bisa membentuk dan menghiasnya dengan berbagai macam karakter,” ujar salah seorang owner hosttea.dekart tersebut. Ia pun juga menjelaskan bahwa bahan dasar yang ia kenakan dalam membuat kue jahe pada umumnya sama seperti yang lain. Seperti halnya, ginger, cinnamon, butter, gula pasir, brown sugar, tepung dan telur.
Cara membuatnya pun juga terbilang cukup mudah. Pertama, butter, gula pasir dan brown sugar di mix sampai creamy. Kemudian masukkan telur. Barulah jika sudah merata, masukkan pula tepung terigu dan cinnamon yang sebelumnya telah diayak.
Ginger yang telah diparut barulah dicampur ke dalam adonan. Menggunakan spatula, aduk hingga rata. Tahap selanjutnya, gilas dengan rollingpin dan cetak sesuai selera. Meskipun terlihat mudah, namun elok menceritakan jika yang sering membuat gagal justru proses ketika dioven.
“Kendala yang paling sering terjadi yaitu cookies gosong karena temperatur oven terlalu tinggi atau terlalu panas sehingga rasa cookies jadi pahit,” ujarnya. Sedangkan kudapan sehat ini harusnya menonjolkan perpaduan rasa antara cinnamon dan pedas dari jahe yang diparut.
Jika rasa yang dihasilkan ingin lebih istimewah, tentu kualitas bahan pun juga perlu diperhatikan. Bukan asal murah saja. “Kami membuatnya dengan bahan berkualitas dan juga menghiasnya bisa berbeda dangan produk lain karena mendekorasinya handmade. Itu pula yang membedakan kue jahe kami dengan kebanyakan,” imbuh Sartika Sintasari, yang juga owner hosttea.dekart.
Makanan tradisional yang manis dan kaya akan rempah ini mampu menghangatkan tubuh dan memicu keringat. Jadi, juga sangat cocok jika mengkonsumsinya di kala musim penghujan seperti ini. Apalagi, khasiat jahe yang menjadi bahan utamanya tersebut, dapat mencegah sekaligus mengurangi durasi pilek.
Manfaat lainnya ialah berpotensi melawan sel kanker dan mengurangi keluhan produksi gas berlebih atau kembung. Untuk keseluruhan, jajanan ini dipercaya mengandung zat besi yang mendukung metabolisme tubuh serta vitamin sebagai produksi sel darah merah dan pertumbuhan sel sehat. [fyi/tur]






