Surabaya (beritajatim.com) – King Sejong Institute (KSI) Surabaya di Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya punya cara tersendiri untuk mengenalkan bahasa dan budaya Korea. Salah satunya lewat nobar film Exhuma.
Film tersebut sengaja dipilih sebagai media untuk mengenalkan budaya Korea lantaran dalam waktu kurang dari sebulan sudah menembus 9 juta penonton. Nobar film ini merupakan program Korean Movie Day dari KSI Surabaya.
“Jika sebelumnya kami menyuguhkan film action, comedy, dan drama, kali ini kami memilih film bergenre horror mystery yang di dalamnya terdapat cerita tentang sejarah Korea,” ujar Direktur KSI Surabaya Herwindy Maria Tedjaatmadja, Sabtu (23/3/2024).
Ia menjelaskan, Exhuna menjadi film horror okultisme Korea pertama yang mencapai angka 9 juta. Untuk diketahui, okultisme merupakan kepercayaan terhadap hal-hal supranatural seperti ilmu sihir. “Film yang dibintangi oleh Kim Go Eun, Lee Do Hyun, Choi Min Sik, dan Yoo Hae Jin ini menjadi film Korea ke-25 yang paling banyak ditonton sepanjang masa,” katanya.
Herwindy menjelaskan, film Exhuma ini mengisahkan tentang perjalanan dua dukun muda untuk menyelamatkan keluarga kaya Korea yang mengalami kejadian mistis.
Keduanya melakukan upaya pembongkaran kubur, namun sesuatu yang jahat dari bawah kubur juga turut terlepas. Bisa dibilang, film ini berkisah tentang ghostbuster ala tradisi di Korea. “Exhuma juga menjelaskan tentang ilmu fengshui yang dipraktikkan oleh masyarakat Korea pada masa tersebut,” jelas Herwindy.
Ia juga menjelaskan alasannya memilih film ini. Kata dia, film ini bisa menjadi media untuk memperkenalkan bahasa dan budaya Korea, sebab merepresentasikan kenyataan dalam kehidupan sehari-hari. “Visualisasi film juga biasanya dapat lebih mudah dipahami dan tertanam dalam benak seseorang,” tandasnya. [ipl/kun]






