Ponorogo (beritajatim.com) – Korban ledakan handphone di Ponorogo masih terbaring di ruang Flamboyan RSUD dr. Harjono. Ya, siswi SMKN Slahung yang berinisial CE itu, sebenarnya oleh dokter sudah diperbolehkan pulang. Sebab, keadaannya sudah berangsur membaik.
Namun, dengan pertimbangan melihat rumahnya yang jauh, dan sedangkan dirinya setiap hari harus kontrol untuk melakukan irigasi, pihak keluarga memutuskan untuk tetap di rumah sakit.
CE sudah bisa diajak ngobrol, saat beritajatim.com menjenguknya di rumah sakit pada hari Jumat (20/01) kemarin.
CE (16) siswi SMKN Slahung, Ponorogo yang menjadi korban ledakan handphone miliknya saat jam pelajaran kondisinya terus membaik, Jumat (20/1/2023). Handphone yang meledak itu adalah milik CE. Itu merupakan handphone satu-satunya miliknya yang dulu diberikan oleh kakaknya, waktu sekolah dalam jaringan (daring) saat pandemi Covid-19 melanda. Handphone itulah yang digunakan CE untuk tugas-tugas sekolahnya.
Dia mengakui bahwa hingga sebelum meledak itu, handphone-nya sudah mulai menunjukkan kerusakan. Salah satunya adalah baterai handphone yang sudah mulai melembung. Baterai tanam yang kondisinya sudah berubah itu, membuatnya sering untuk dicas atau diisi.
“Sebelum pelajaran, handphone saya cas. Nah, saat pelajaran cas dilepas, kemudian memperhatikan guru,” ungkap CE menceritakan kejadian naas itu, ditulis Sabtu (21/01/2023).
Tak berselang lama, saat pelajaran pendidikan agama, guru memberikan tugas dan memberikan materi lewat handphone. CE pun kemudian menyalakan handphone yang usai dicas itu masih dalam keadaan mati. Handphone pun coba dinyalakan oleh CE. Hingga beberapa menit handphone menyala, CE pun mengaktifkan data internet untuk mendownload materi yang dikirimkan guru.
“Saat akan mendownload dan paket data dihidupkan, handphone saya mati,” katanya.
Tak berselang lama, handphone yang mati itu tiba-tiba meledak. Dia pun langsung melempar handphone itu ke meja, namun belakangan kata teman-teman handphone itu jatuh ke bawah. Handphone yang meledak yang juga disertai api itu, membuat wajah CE terasa panas. Jilbab yang menutupi rambutnya pun juga sempat ikut terbakar terkena ledakan itu. Namun, secara reflek CE langsung melepas jilbabnya yang terbakar itu.
“Kebetulan saya bawa air mineral di meja. Karena merasa panas kayak kebakar, wajah saya siram pakai air mineral itu,” katanya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”hp-meledak”]
Setelah itu, CE mengaku tidak sadarkan diri. Menurut informasi, pasca kejadian itu CE dibawa ke UKS. Melihat, kondisinya yang wajahnya terkena ledakan, pihak sekolah langsung melarikan ke Puskesmas Slahung. Hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Harjono.
Nampak ada sedikit traumatik yang dialami CE. Dia merasa takut, saat ada handphone di dekatnya. Saat melihat handphone, dirinya selalu teringat akan kejadian ledakan handphonenya di sekolahnya.
“Ya gimana ya, lihat handphone di dekat gitu langsung teringat kejadian itu. Semoga luka ini cepat sembuh dan bisa sekolah lagi. Sebab sebentar lagi mau ujian,” pungkasnya. [end/but]






