Jember (beritajatim.com) – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, menyitir pesan ulama karismatik dan sastrawan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus untuk mengkritik sektor pendidikan.
Kritik ini dilancarkan juru bicara Fraksi PKB Hafidi, dalam sidang paripurna pengesahan Anggaran Pendapatam Belanja Daerah 2024 di gedung DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (27/11/2023) malam.
“Kita memasuki perayaan Hari Guru sebagai rumah peradaban dan perubahan akhlak. Kita dididik untuk mendapatkan pengetahuan dan cakrawala keilmuan agar tercipta manusia yang berakhlak baik bagi nusa dan bangsa,” kata Hafidi.
Menurut Hafidi, Gus Mus pernah berpesan bahwa“saat ini profesi guru banyak dibatasi hanya mereka yang mengajar di sekolah dan madrasah. “Bahkan ada yang membatasi hanya sebatas mereka yang termasuk anggota PGRI, sehingga lupa esensi guru itu seperti apa, termasuk sosok guru ngaji yang dipandang sebelah mata,” katanya.
“Sejatinya penghargaan pada Hari Guru bukan semata-mata untuk yang terlihat secara mencolok. Melainkan juga untuk mereka yang bekerja di balik layar, yang tanpa hiruk-pikuk pujian, mampu memberikan kontribusi besar dalam pendidikan,” kata Hafidi.
Hafidi menyebut para guru itu penjaga kearifan lokal, yang membawa cahaya ilmu dan memperkaya jiwa-jiwa muda dengan nilai-nilai pembimbing dalam kehidupan. “Jadi, mari kita rayakan Hari Guru dengan tidak hanya menghargai yang tampak di permukaan, tetapi juga dengan menghormati dan memberikan penghargaan kepada setiap guru, termasuk guru ngaji, yang dengan dedikasinya telah memberikan sumbangsih tak ternilai bagi pendidikan dan pembentukan karakter anak-anak bangsa,” katanya.
Namun di satu sisi, menurut Hafidi, PKB melihat banyaknya sarana pendidikan di Kabupaten Jember yang telah mengalami kerusakan. “Ketika hal ini dikalkulasi dan dikaji menggunakan metode yang biasa, maka permasalahan pendidikan di Kabupaten Jember ini tidak akan pernah selesai,” katanya.
“Kkita butuh terobosan besar yang berani dari bupati. Jangan sampai slogan wis wayahe mbenahi jember menjadi wis wayahe matinya mutu pendidikan Jember,” kata Hafidi.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Achmad Dhafir Syah berharap anggaran insentif guru ngaji dengan nominal keseluruhan sekitar Rp 31,8 miliar bisa direalisasikan dengan baik. “Harapan kami supaya ini betul-betul bisa berjalan dengan lancar dan aman. tidak ada perubahan,” katanya. [wir]






