Jakarta (beritajatim.com) – Minimnya regenerasi petani kini menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan ketahanan pangan nasional. Tanpa adanya langkah konkret untuk mencetak generasi baru yang berdaya saing, Indonesia berisiko menghadapi krisis pangan di masa depan.
Pesan tersebut ditegaskan oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, saat memberikan pengarahan dalam agenda orientasi pengurus DPN Gerakan Kebangkitan Petani dan Nelayan Indonesia (Gerbang Tani) di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Ia menekankan urgensi pelibatan anak muda dalam mentransformasi sektor pertanian.
“Pertanian adalah profesi paling mendasar yang menghasilkan produk primer dan kebutuhan pokok masyarakat. Sudah sepantasnya profesi ini ditempatkan di posisi yang terhormat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Jazil tersebut, Kamis (5/11/2026).
Gus Jazil menyayangkan realitas di lapangan tempat banyak pelaku pertanian merasa minder dengan profesinya. Ia menilai akar persoalan sektor ini bukan sekadar ketersediaan lahan, melainkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pembenahan mentalitas.
“Kita perlu meruntuhkan pola pikir (mindset) pasrah pada keadaan. Harus lahir petani-petani militan yang berani memperjuangkan perbaikan nasib dan kesejahteraan mereka,” tegasnya.
Soroti Mafia Rantai Pasok dan Dorong Paradigma Baru
Selain persoalan SDM, Gus Jazil menyoroti lemahnya tata kelola rantai pasok serta belum optimalnya kepastian penyerapan hasil panen (offtaker). Ia menilai keberadaan mafia tata kelola menjadi penyebab utama lima komoditas vital—beras, tebu, garam, kedelai, dan jagung—belum mampu mencapai swasembada secara berkelanjutan.
Menurutnya, meski banyak regulasi telah diterbitkan pemerintah, implementasi di lapangan sering berhenti sebatas dokumen di atas kertas. Begitu pula dengan proyek klusterisasi ketahanan pangan yang dinilai belum menunjukkan dampak signifikan.
Oleh sebab itu, ia mendorong DPN Gerbang Tani sebagai badan otonom PKB untuk merumuskan paradigma baru dalam pemberdayaan petani serta hadir menguasai rantai ekosistem pertanian dari hulu ke hilir.
“Kami berharap orientasi dan konsolidasi Gerbang Tani ke depan mampu melahirkan petani-petani andalan yang menguasai ekosistem pertanian demi menjamin ketersediaan pangan nasional sekaligus mengangkat kesejahteraan petani,” pungkas Gus Jazil. [hen/but]






