Jember (beritajatim.com) – Kresna Unesa Surabaya gagal melakukan revans terhadap Pasuruan United dalam kompetisi sepak bola Liga 3 Grup H Jawa Timur. Dalam pertandingan di Stadion Jember Sport Garden, Kabupaten Jember, Jawa Timur; Rabu (13/12/2023), kedua tim berbagi angka 1-1.
Gol pertama dicetak Kresna Unesa melalui sang kapten Rizal Afandi pada menit 27. Namun Pasuruan berhasil menyamakan kedudukan pada menit 82 melalui Moh.Said Roffi Umar.
“Pertandingan tadi berjalan sengit. Kami puas dengan jalannya pertandingan dan kinerja wasit. Hanya kami kecolongan pada 10 menit terakhir,” kata David Agus Prianto, pelatih Kresna Unesa.
Ada sejumlah perbaikan yang harus segera dilakukan sebelum pertandingan melawan Persema dan Persid. “Kami tetap memfokuskan diri pada pertahanan, terutama saat memainkan direct play, ada beberapa pemain yang kurang siap. Ini akan jadi evaluasi kami,” kata David.
David beruntung tidak ada pemain yang cedera. “Aman semua,” katanya.
Rizal Afandi mengatakan para pemain sudah berupaya maksimal. “Semoga melawan Persema dan Persid, kami bisa meraih tiga poin,” katanya.
Sementara itu, asisten pelatih Pasuruan United Toni Soleh juga mengakui tensi pertandingan luar biasa. “Anak-anak bermain luar biasa dalam posisi tertinggal 0-1. Dengan semangat dan motivasi, anak-anak bisa menyamakan kedudukan,” katanya.
Menurut Soleh, seharusnya Pasuruan United bisa mencetak gol kemenangan pada menit akhir. “Tapi itulah sepak bola. Sekuat apapun kita menyerang, kalau belum rezeki ya tidak bisa. Kita syukuri. Anak-anak tak ada yang cedera; kami dapat poin satu,” katanya
Tim pelatih Pasuruan United tidak puas dengan penampilan para pemain di babak pertama. Para pemain mudah panik saat kena serang. “Pada masa jeda, kami beri motivasi agar pada babak kedua bermain sesuai instruksi pelatih,” kata Soleh.
Soleh menilai para pemain perlu menjaga konsentrasi selama pertandingan. “Hilang fokus satu dua menit bisa dimanfaatkan lawan. Seperti gol Unesa babak pertama, kami tidak menyangka ada bola crossing, anak-anak tak ada reaksi dan pressing, akhirnya gol,” katanya.
Penyelesaian akhir juga jadi kendala. “Banyak peluang yang tak bisa dimanfaatkan anak-anak.
Kapten Pasuruan ivan Ramadhan Abdillah merasakan turunnya hujan lebat mempengaruhi pernainan. “Sepatu jadi agak berat,” katanya. [Wir]






