Ponorogo (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo mengeklaim warga terdampak tanah gerak di Desa Tumpuk Kecamatan Sawoo sudah dilakukan pencocokan dan penelitian (coklit ) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP/Pantarlih). Ada warga yang dicoklit di tempat pengungsian, ada juga yang dicoklit di rumah saudaranya. Sebab, ada sebagian warga yang mengungsi dan berada di rumah saudaranya.
“Warga yang mengungsi korban tanah gerak sudah dicoklit oleh petugas pantarlih,” kata Komisioner KPU Ponorogo Arwan Hamidi, Rabu (08/03/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”tanah-gerak”]
Arwan optimis ribuan petugas pantarlih ini akan mampu menyelesaikan coklit ini sebelum target yang telah ditentukan, pada tanggal 14 Maret 2023 nanti. Data KPU Ponorogo per tanggal 3 Maret 2023 lalu, petugas pantarlih sudah menyelesaikan sebanyak 83 persen dari target 763.010 orang di bumi reog. Bahkan Dia meyakini coklit untuk pemilihan umum (pemilu) 2024 itu, sudah selesai sebelum target. Arwan menyebut bahwa hampir seluruh kecamatan di Ponorogo sudah mencapai 80 persen untuk proses coklitnya.
“Jadi kurang 17 persen, sebelum tenggat waktu yang ditentukan, saya yakin petugas pantarlih sudah menyelesaikan tugasnya,” katanya.
Pencocokan dan penelitian data pemilih ini, sudah dimulai pada tanggal 12 Februari 2023 lalu. Petugas pantarlih diberi target untuk menyelesaikan coklit hingga tanggal 14 Maret 2023. Selama bertugas melakukan coklit, petugas pantarlih relatif tidak menemui kendala yang berarti. Namun, kendala yang sering terjadi ialah, petugas mendapati rumah warga yang dalam keadaan kosong. Jika terjadi seperti itu, petugas pantarlih itu, akan kembali lagi lain waktu sampai bisa ketemu dengan warga yang akan dicoklit.
“Ya kalau rumah warga kosong tidak ada orang, petugas pantarlih akan kembali lagi sampai ketemu dengan yang akan dicoklit,” pungkas Arwan. (End/ted)






