Magetan (beritajatim.com) – KPU Kabupaten Magetan mengadakan sosialisasi tatap muka di Kampus Poltekkes Kemenkes Surabaya Jurusan Kebidanan di Kelurahan Tambran, Magetan, pada Kamis (3/10/2024).
KPU Magetan aktif menjangkau pemilih muda melalui program KPU Goes to Campus, yang melibatkan sejumlah mahasiswa dari institusi pendidikan, seperti:
- Universitas Dokter Nugroho (UDN)
- Universitas Negeri Surabaya (UNESA)
- Sekolah Tinggi Agama Islam Maarif (STAIM)
- Pesantren Sabilil Muttakin (PSM)
- Poltekkes Kemenkes Surabaya Kesehatan Lingkungan
- Poltekkes Kemenkes Surabaya Kebidanan
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program KPU Goes to School, yang telah digelar di beberapa sekolah, termasuk SMA 1 Sukomoro dan SMA 1 Kabupaten Magetan. Rangkaian sosialisasi akan dilanjutkan pada Jumat di SMA 2 Magetan.
Komisioner Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Magetan Rhichy Kurnia Putra menjelaskan bahwa tujuan sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi pemilih pemula, terutama menjelang Pilkada yang akan diselenggarakan pada 27 November 2024. KPU Kabupaten Magetan menargetkan partisipasi minimal 82 persen, dengan harapan bisa mencapai 90 persen pada hari pemilu.
“Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman pemilih pemula agar mereka siap menggunakan hak pilihnya dengan benar. Kami berharap partisipasi bisa mencapai 90 persen pada Pilkada nanti,” ujar Rhichy usai acara.
Menurut Rhichy, salah satu tantangan yang dihadapi oleh pemilih pemula adalah kurangnya pemahaman tentang proses pemilu. Banyak dari mereka baru pertama kali akan memberikan suara. Selain itu, ada juga pemilih yang belum memiliki KTP, namun sudah berusia 17 tahun pada hari pemilu. Mereka tetap bisa memilih dengan syarat membawa KTP dan Kartu Keluarga (KK) ke TPS masing-masing.
Dengan kegiatan sosialisasi ini, diharapkan para pemilih pemula dapat lebih memahami pentingnya partisipasi dalam pemilu dan mengetahui prosedur yang harus dilakukan pada hari pemungutan suara.
Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide, juga menjelaskan tata cara pindah pilih dalam sosialisasi tersebut. Menurutnya, pemilih dari luar Magetan yang ingin pindah memilih di Magetan bisa mendaftarkan pindah pilih di PPS desa setempat. Mereka hanya akan mendapatkan surat suara untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur.
“Contohnya mahasiswa Poltekkes Kemenkes Surabaya dari Banyuwangi yang tidak bisa pulang ke daerah asalnya saat pemilu, tetap bisa memilih di Magetan dengan mendaftarkan pindah pilih di PPS terdekat, seperti di Kelurahan Tambran,” jelas Noviano.
Dengan sosialisasi intensif dan berbagai kemudahan seperti pendaftaran pindah pilih, KPU Magetan berharap pemilu tahun ini dapat berjalan lancar dan partisipasi pemilih dapat meningkat, terutama di kalangan pemilih muda. [fiq/beq]






