Magetan (beritajatim.com) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magetan secara resmi menetapkan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan Tahun 2024 melalui Rapat Pleno Terbuka yang digelar di Grand Wijaya Sarangan, Jumat (25/4/2025) .
Dalam rapat tersebut, Ketua KPU Kabupaten Magetan, Noviano Suyide, menyampaikan keputusan resmi penetapan pasangan calon.
“Menetapkan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Magetan Nomor Urut Satu (1) Hj. Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd dan Suyatni Priasmoro, S.H., M.H. dengan perolehan suara sebanyak 137.345 (33,94%) dari total suara sah sebagai Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih Kabupaten Magetan dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Magetan Tahun 2024,” terangnya.
Acara ini juga dihadiri oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Timur, Nur Salam, yang menegaskan bahwa proses panjang demokrasi di Magetan merupakan bagian penting dari keterbukaan dan kedewasaan demokrasi yang terus berkembang.
“Atas nama kelembagaan mengucapkan selamat atas terpilihnya Pasangan Bupati dan Wakil Bupati Magetan terpilih, Pasangan Calon terpilih semoga mampu mewujudkan cita-cita besar yang tertuang dalam visi misi yang sudah disampaikan kepada masyarakat Magetan,” jelas Nur Salam.
Ia menambahkan bahwa berbagai dinamika dalam proses pemilihan telah diselesaikan dengan mekanisme yang sesuai hukum.
“Proses demokrasi panjang yang harus dilalui di Kabupaten Magetan menjadi bagian dari era transparansi demokrasi, ada kekurangan dan persoalan langsung dikoreksi, persoalan yang muncul diselesaikan melalui jalur hukum di Mahkamah Konstitusi menunjukkan kedewasaan demokrasi di Magetan. Apresiasi terhadap seluruh pemangku kebijakan di Magetan, inilah kedewasaan demokrasi di Magetan,” imbuhnya.
Penetapan ini menjadi momen penting dalam sejarah demokrasi lokal di Kabupaten Magetan, sekaligus menandai dimulainya babak baru dalam pemerintahan daerah di bawah kepemimpinan pasangan Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan Suyatni Priasmoro yang memperoleh suara terbanyak dalam kontestasi demokrasi tersebut. [fiq/aje]






