Kediri (beritajatim.com) — Untuk kesekian kalinya, Kota Kediri berhasil menerima penghargaan di tingkat Nasional. Kota Kediri menerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Tahun 2019 kategori Pemerintah Daerah yang diberikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tadi malam (10/10/2019) bertempat di Istora Senayan Jakarta. Penghargaan diterima langsung oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.
Dalam sambutannya, Muhajir Effendy mengatakan pemberian penghargaan dan tanda kehormatan kepada budayawan dan maestro seni tradisional ini perlu dilaksanakan karena mereka-mereka adalah sumber inspirasi, sumber karya cipta budaya dan tradisi Indonesia. Mereka-mereka telah mewarisi tradisi itu dari turun temurun dan sekarang kita punya tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan mensinergikan dengan perkembangan zaman. Itulah makna kemajuan kebudayaan.

[berita-terkait number=”4″ tag=”kota-kediri”]Muhajir Effendy menambahkan dua tahun lalu pemerintah juga telah berhasil melahirkan Undang-undang Nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang pernah menjabat sebagai rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut juga berharap agar dana abadi kebudayaan yang sedang dirintis oleh pemerintah dapat memberikan kemajuan dan manfaat bagi kebudayaan di Indonesia.

Usai menerima penghargaan, Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menyampaikan penghargaan ini diraih karena Pemerintah Kota Kediri telah merawat dengan baik kebudayaan yang ada di Kota Kediri. Seperti misalnya Panji.
“Kita terapkan Panji dari berbagai sudut pandang, artinya Panji yang digarap dengan animasi yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Dan dipublikasikannya tidak hanya melalui media koran tapi juga melalui media sosial. Jadi kebudayaan yang kita rawat bisa mengikuti perkembangan seperti saat ini,” ujarnya.
Walikota muda tersebut menjelaskan di Kota Kediri kebudayaan juga dikolaborasikan dengan pertumbuhan ekonomi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Contohnya kesenian dan kebudayaan di Kota Kediri juga dikaitkan dengan UMKM-UMKM di Kota Kediri.
“Jadi ada set effect dibidang ekonomi, kesenian dan kebudayaan ini tidak berdiri sendiri. Namun kesenian dan budaya juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat bila digarap dengan baik seperti yang ada di Kota Kediri ini. Alhamdulillah di Kota Kediri dengan adanya kerjasama yang baik pertumbuhan ekonomi, maupun sumber daya manusia bertumbuh terus dan sejalan. Saya berharap kebudayaan dan kesenian tidak boleh ditinggal sendiri mereka harus mendampingi pertumbuhan-pertumbuhan yang ada di Kota Kediri. Sehingga kebudayaan dan kesenian menjadi hal yang penting untuk menjaga kebudayaan dan kesalehan di Kota Kediri,” jelasnya.

Terakhir, menanggapai dana abadi kebudayaan yang dirintis oleh Pemerintah, Mas Abu berharap dana abadi kebudayaan dapat memberikan manfaat bagi kebudayaan di daerah. “Harapan saya pemerintah pusat memberi bantuan kepada daerah yang siap dengan kebudayaan, seperti Kota Kediri. Misalnya Panji, tidak hanya bantuan dana tetapi juga mencarikan data sehingga panji menjadi satu rangkaian cerita yang menarik,” harapnya.
Selain Kota Kediri, ada empat daerah lain yang juga menerima Anugerah Kebudayaan dan Maestro Seni Tradisi Tahun 2019 kategori Pemerintah Daerah. Yakni, Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Gianyar, dan Kabupaten Sanggau. [adv pemkot/nng]






