Tulungagung (beritajatim.com) – Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Tulungagung menemukan sejumlah catatan saat meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pesantren MIA di Desa Moyoketen, Kecamatan Boyolangu.
SPPG tersebut diketahui menjadi pemasok menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Sore, tempat sejumlah siswa mengalami mual, muntah, dan diare usai mengonsumsi makanan yang dibagikan.
Korwil BGN Tulungagung, Sabrina Mahardika, mengatakan peninjauan dilakukan setelah pihaknya menerima laporan terkait keluhan kesehatan para siswa. Saat ini, tim Satgas MBG bersama kepolisian telah mengamankan sampel makanan MBG yang dikonsumsi siswa untuk diperiksa di laboratorium.
“Sampel makanan sudah diamankan dan akan dikirim ke laboratorium untuk dilakukan pemeriksaan kandungannya,” ujar Sabrina, Kamis (22/1/2026).
Dari hasil pengamatan di lokasi, Sabrina menyebutkan terdapat sejumlah catatan penting yang harus segera ditindaklanjuti. Salah satunya adalah temuan penggunaan roti produksi UMKM yang tidak dilengkapi dengan tanggal kedaluwarsa dan logo halal.
“Produk UMKM yang digunakan sebagai mitra SPPG harus sesuai standart, kami berharap pelaku UMKM bisa melengkapi logo halal dan tanggal kadaluarsa,” ujarnya.
Selain itu, tim juga menemukan adanya ceceran darah di lantai area dapur. Darah tersebut berasal dari ayam beku yang dikirim ke SPPG, namun tidak segera dimasukkan ke dalam freezer sehingga es mencair dan meninggalkan sisa darah di lantai.
Sabrina juga menyoroti lokasi pencucian ompreng atau wadah MBG yang dinilai belum sesuai standar kebersihan. Menurutnya, wadah yang telah dicuci seharusnya ditempatkan di ruang tertutup agar tidak terkontaminasi debu.
“Seharusnya lokasi setelah dicuci dimasukkan ke dalam ruang sehingga tidak terkontaminasi debu,” tuturnya.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, Sabrina menyimpulkan perlu adanya peningkatan kebersihan di lingkungan SPPG Pesantren MIA. Ia menegaskan kebersihan dapur, pengelolaan bahan makanan, serta penanganan sampah sisa masakan menjadi perhatian utama agar tidak menumpuk di sekitar area produksi.
Untuk sementara waktu, operasional SPPG Pesantren MIA dihentikan hingga ada keputusan lebih lanjut dari Badan Gizi Nasional.
“Hingga ada keputusan dari BGN, SPPG ini tidak beroperasi sementara waktu,” pungkasnya. [nm/ted]






