Ngawi (beritajatim.com) – Tangis Suryanto (55) pecah usai melihat kondisi putranya yang meninggal dunia di Jalan Raya Ngawi Maospati, masuk Desa Klitik, Geneng, Ngawi. Warga Desa/Kecamatan Geneng, Ngawi itu tak percaya anaknya Wildan Arif Fadillah (18) jadi korban tabrak lari hingga meregang nyawa saat pulang sekolah. Warga di sekitar lokasi kejadian itu lantas menenangkan Suryanto.
Nugroho, warga setempat mengungkapkan kalau kondisi Wildan sudah tengkurap dengan beberapa luka di bagian kepala saat warga mengetahui ada kecelakaan. Kondisi motornya yakni Honda Vario nopol AE 4645 JAD sudah tergeletak di bahu jalan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kecelakaan”]
“Kami tidak tahu bagaimana kejadian pastinya, karena saat warga keluar dan melihat kondisi Wildan sudah tergeletak dengan motor yang sudah ambruk,” kata Nugroho, Kamis (14/4/2022).
Nugroho menyebut kemungkinan besar yang menabrak Wildan adalah kendaraan roda empat. Sayangnya tidak ada yang melihat pasti kendaraan yang menabrak pelajar kelas XII SMAN 2 Ngawi itu hingga meregang nyawa.
“Ceritanya Wildan ini biasa bareng dengan dua rekannya. Tapi, kebetulan kali ini dia pulang duluan. Terus mengalami kecelakaan di sini,” kata Nugroho.
Sementara itu, polisi yang datang telah melakukan olah TKP. Motor Wildan dibawa ke Kantor Unit Laka Satlantas Polres Ngawi sebagai barang bukti. Sementara itu jenazah Wildan diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (fiq/kun)






