Surabaya (beritajatim.com) – Korban hilang dalam tragedi perahu tambangan tenggelam di Jalan Mastrip, Karangpilang Surabaya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, Minggu (26/03/2023) siang. Perempuan berinisial D tersebut ditemukan sekitar 2 kilometer dari titik tenggelamnya kapal tambangan tersebut.
Kasubdit Patroli Ditpolair Polda Jawa Timur AKBP Budi Sulistyanto mengatakan, pihaknya menemukan jenazah korban saat hendak kembali ke pos awal. Saat melewati jembatan bawah tol, ia melihat seperti tangan yang mengambang. “Jenazah terlihat tersangkut di bawah jembatan tol, kami sudah melewati tempat ditemukan korban itu sebelumnya tapi tidak ditemukan apa-apa,” ungkap Budi.
Budi juga menyampaikan, secara logika, derasnya arus air sudah membawa jenazah jauh dari titik lokasi. Namun, ia memperkirakan bahwa jenazah tersangkut oleh batu atau lumpur. “Kalau dari arus air, diperkirakan jenazah seharusnya sudah tidak berada di sini (TKP penemuan). Kemungkinan tersangkut entah lumpur atau batu,” imbuh Budi.
BACA JUGA:
Kapal Tambang Tenggelam di Karang Pilang, Ini Cerita Korban Selamat
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karangpilang Iptu Gogot mengatakan, pihaknya akan membawa jenazah ke RSUD dr. Soetomo dulu untuk pemeriksaan lebih lanjut. “Alhamdulillah masih bisa diidentifikasi. Tapi kita akan lihat hasil pemeriksaan di RSUD dr. Soetomo untuk kepastiannya,” pungkas Gogot.
Diberitakan beritajatim.com, perahu penyeberangan atau perahu tambang yang berada di aliran Sungai Brantas di Jalan Raya Mastrip Kemlaten tenggelam saat membawa sejumlah penumpang, Sabtu (25/3/2023). Dari data yang dihimpun, total 13 orang sempat tenggelam di sungai.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya Buyung Hidayat mengatakan, dari 13 orang yang tenggelam, ada satu yang hilang terbawa arus sungai yang deras. “Jadi ada 8 yang sudah selamat, ada 2 dibawa ke rumah sakit, 1 hilang, 2 petugas selamat, jadi total 13. Kendaraan lebih dari lima,” kata Buyung.
BACA JUGA:
Kapal Tambang Karang Pilang Bocor, 13 Orang Tenggelam
Penumpang yang hilang tersebut diduga berjenis kelamin perempuan dengan rentan usia 23 tahun berinisial D warga Kemlaten VIII. “Ciri-cirinya mengenakan jaket merah, celana cream dan helm putih. Saat ini masih kami cari,” imbuh Buyung.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Karangpilang Gogot Purwanto mengatakan, pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah penumpang. Namun, dia memperkirakan ada sekitar 15 orang menaiki perahu tambang tersebut. “(Sekitar) 13 penumpang, (dan) dua petugas tambang, yang satu narik tali, yang satu narik uang,” kata Gogot. [ang/suf]






