Bojonegoro (beritajatim.com) – Pemerintah Desa Kauman, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro telah meninjau langsung lokasi longsornya tebing Sungai Bengawan Solo di RT 10 RW 02. Musibah ini berdampak pada dua rumah warga.
Kepala Desa Kauman, Yulia Purwaningtyasari, mengatakan saat ini pemerintah desa (Pemdes) telah mendata dampak longsor tebing Sungai Bengawan Solo. Data tersebut akan dilaporkan ke kecamatan dan instansi yang berwenang.
“Kita proses pembuatan surat untuk dilaporkan ke kecamatan,” ujar Yulia, Senin (9/5/2022).
Dampak longsoran akibat hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi tersebut mengancam dua rumah warga. Rumah yang terdampak akibat longsor sedalam kurang lebih 40 centimeter itu kini sudah mulai dibongkar. Rumah yang terdampak longsor, menurut Yulia sudah tidak mungkin diperbaiki lagi.
“Karena kalau diperbaiki di lokasi yang sama, akan tergerus lagi. Harapannya bisa dilakukan dengan relokasi, namun itu kewenangan pemerintah kabupaten” terangnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bojonegoro”]
Salah satu pemilik rumah yang terdampak longsor, Soleh, mengaku sudah mulai merobohkan bangunan agar tidak merambat ke bangunan rumah lain yang belum terdampak. Rumah milik Soleh terdampak bagian dapur. “Bagian dapur secepatnya akan saya robohkan agar tidak merambat ke bangunan lain,” terangnya.
Menurut pemilik rumah, longsor terjadi mulai sekitar pukul 18.30 WIB, kemarin. “Sebelumnya sudah ada tanda-tanda tanahnya retak, kemudian saat hujan deras itu mulai longsor,” pungkasnya. [lus/beq]






