Mojokerto (beritajatim.com) – Korban meninggal dunia akibat ledakan di rumah Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Luluk Sudarwati (40) dikenal sebagai guru ngaji. Ibu dua anak ini merupakan Sekretaris DPC PAN Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Korban meninggal dunia bersama anak bungsunya, K (3) tersebut saat kejadian berada di dalam kamar sedang menidurkan anaknya yang sakit demam. Rumah korban tepat berada di samping kiri rumah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto, Aipda Maryudi.
Istri dari Qodi ini setiap harinya mengajar anak-anak tetangganya mengaji. Sementara sang suami memiliki usaha penggilingan padi keliling, saat peristiwa sedang menyelep di sawah, Dusun Trenggumung, Desa Tambakagung, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto.
Sedangkan anak pertama perempuan mereka sudah berangkat sekolah di SMKN 1 Sooko. Sehingga saat kejadian, ia hanya bersama anak bungsunya di dalam rumah. Sedangkan rumah Aipda Muryadi juga dalam keadaan kosong, yang bersangkutan dan istrinya bekerja dan dua anak sedang sekolah.
Tetangga korban, Siti mengatakan, jika korban meninggal dunia merupakan guru ngaji dan dikenal sebagai pribadi yang baik. “Iya kenal. Saya lebih dekat sama yang korban meninggal, kemana-mana sama saya. Kalau Bu Luluk (pemilik rumah) kenal tapi tidak kenal akrab, saya pendatang. Iya guru ngaji, ikut partai-partai gitu,” ungkapnya.
Siti menjelaskan jika saat kejadian ia sedang bekerja di pabrik air mineral di wilayah Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto. Sementara suaminya merupakan sopir truk yang sedang kirim barang, anak keduanya sekolah dan di rumah hanya ada anak pertamanya.
“Saya tidak dikasih tahu, nggak tahu saya kok pas istirahat pingin pulang. Padahal biasanya tidak pulang, anak saya tidak kasih tahu saya kalau ada ledakan. Saya sempat mampir toko ambil barang soalnya Kamis ada acara di rumah, tidak ada firasat apa-apa. Sudah dekat rumah kok banyak orang,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD PAN Kabupaten Mojokerto, Suwanto membenarkan jika korban merupakan Sekretaris DPC PAN Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. “Kesehariannya beliau aktif di partai dan organisasi-organisasi lain. Kemarin juga sebagai Tim Pemenangan Mubarok,” jelasnya.
Pihaknya berharap kasus ledakan yang menewaskan dua korban tersebut diusut tuntas. Pihak kepolisian diharapkan memberikan penjelasan secara konkrit terkait peristiwa ledakan di rumah anggota Bhabinkamtibmas Polsek Dlanggu, Polres Mojokerto, Aipda Maryudi tersebut.
Sebelumnya, ledakan terjadi di sebuah rumah yang terletak di Perum Lawangasri, Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2025). Tak hanya menyebabkan empat rumah porak poranda, ledakan juga menyebabkan dua korban jiwa. [tin/but]






