Surabaya (beritajatim.com) – Korban keracunan di Kalilom Surabaya bertambah menjadi 71 orang. Sebanyak 26 orang mengalami gejala berat dan 45 lainnya mengalami gejala ringan dan dalam pantauan tim dokter puskesmas Tanah Kalikedinding.
dr. Era Kartikawati, kepala Puskesmas Tanah Kali Kedinding mengatakan jika 26 orang yang mengalami gejala berat telah terkonfirmasi dirawat di fasilitas kesehatan terdekat seperti di RS Unair dan RS Soewandhi. “Kalau total warga yang saat ini (dirawat) di rumah sedang pantauan kami ada gejala tapi tidak berat ada 45 orang. Total 71 korban,” ujar Era, Sabtu (01/07/2023).
Era mengungkapkan, diduga 71 warga Kalilom Surabaya itu keracunan dari makanan yang sama. Dari kronologi salah satu warga, keracunan massal itu berawal ketika para warga menggelar acara makan-makan, Kamis (29/6/2023). Lalu, sebagian warga mengaku sakit, pada Jumat, (30/6/2023), dini hari.
“Jumat pagi jam 02.00 WIB, ada yang mulai mulai, muntah, diare, panas. Beberapa sudah langsung dibawa ke rumah sakit, dokter swasta, atau periksa keluar,” imbuh Era.
Pihak puskesmas baru mendapatkan informasi adanya keracunan massal pada Jumat (30/06/2023) pukul 16.00 sore. Dengan sigap, tim kesehatan lantas mendatangi rumah warga satu persatu. Dari kunjungan tersebut, tim kesehatan menemukan warga yang harus segera dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat. “Kita temukan harus dirujuk langsung kami rujuk ke rumah sakit, ada yang kami rujuk ke Puskesmas, siaga di puskesmas. Sampai ini tadi masih ada yang masuk,” ucapnya.
Saat ini, tim kedokteran dari Puskesmas Tanah Kali Kedinding masih belum bisa menyimpulkan apakan warga keracunan saat acara tasyakuran idul adha yang diselenggarakan Kamis (29/06/2023) kemarin.
Diberitakan sebelumnya, 18 warga Kalilom Surabaya diduga keracunan usai tasyakuran Kurban, Kamis (29/06/2023) malam kemarin.
Camat Kenjeran, Yuri Widarko mengatakan jika dari 18 orang yang keracunan, 5 orang telah diperbolehkan pulang. Sedangkan, sisanya bisa pulang pada hari ini lantaran kondisinya terus membaik. “Gak bener kalau ada yang parah. Hari ini kemungkinan sudah bisa pulang semua mas,” ujar Yuri ketika dikonfirmasi awak media, Sabtu (01/07/2023).
BACA JUGA:
Warga Kalilom Surabaya Diduga Keracunan Usai Tasyakuran
Yuri menjelaskan, jika usai tasyakuran pada Kamis (29/06/2023) kemarin, warga baru merasakan gejala seperti mual, muntah dan demam pada hari Jumat (30/06/2023). Merasa aneh, sejumlah warga lantas memeriksakan diri ke Puskesmas dan rumah sakit. Dari data yang dihimpun Beritajatim, 10 warga dirawat di Puskesmas, 1 orang di Mitra Keluarga Kenjeran, 3 orang di RS Unair, 4 orang di RS Soewandhi. “Sementara yang sudah pulang tetap rawat jalan mas,” imbuh Yuri.
Sementara itu, Kapolsek Kenjeran, Kompol Ardi Purboyo saat dikonfirmasi Beritajatim.com mengatakan jika tidak ada laporan yang masuk terkait dugaan keracunan massal di Kalilom usai tasyakuran kurban. “Ga Ada laporan masuk ke Polsek Kenjeran mas,” tutur Ardi. (ang/kun)






