Surabaya (beritajatim.com) – Kelompok perguruan silat konvoi di Kota Surabaya menyerang seorang karyawan servis koper, di Jalan Manyar Kertoarjo, Kecamatan Gubeng, Kamis (8/8/2024) siang.
Karyawan servis koper itu dikejar dan melarikan diri ke kamar mandi. Beberapa pesilat mengejar, hendak menghantamnya dengan koper – koper di toko.
Kejadian itu diceritakan oleh kang parkir berinisial J. Kata dia, kejadian itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB, saat rombongan konvoi melaju dari Timur ke Barat.
“Mereka (pesilat konvoi) kelihatannya tidak mau lihat seragam perguruan lain. Padahal dia (korban) anaknya tidak apa apa, tidak bertingkah,” kata J ditemui Beritajatim.com, Kamis (8/8) sore.

Menurut J, karyawan koper yang saat itu sedang duduk bersama dirinya di depan toko itu memakai pakaian perguruan silat lain. Sehingga J menduga, pesilat konvoi tak terima melihat itu.
“Dia kan duduk di sini sama saya, ada bendera di arah timur. Nah anaknya pas jalan mau pulang ke toko. Rombongan teriak, goblok. Dan dari analisa saya, mereka itu tak suka dengan perguruan lain,” jelasnya.
Kalau seandainya dia (korban) ini melawan, lanjut J, bisa – bisa ia korban dilukai. Dia tidak melawan, namun lari ke toilet dalam toko dan bersembunyi.
“Itu (pesilat konvoi) masih mengangkat koper dan mungkin mengancam akan dilemparkan,” ungkap dia.

J mengungkapkan, bersyukur korban tidak terluka dalam insiden tersebut. Kata J, kejadian kelompok pesilat menyerang warga sudah terjadi 2 kali ini.
“Kejadian ini kan sudah 2 kali ini. Yang dulu anak buahnya (karyawan) warteg. Kejadian tahun lalu,” tutupnya.
Plt Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Teguh Setiawan dikonfirmasi mengatakan belum ada laporan penyeragan pesilat konvoi itu. Meski begitu, terdapat pesilat yang kini telah diamankan polisi.
“Belum ada korban laporan pengeroyokan. Yang konvoi sudah diamankan untuk didata, interogasi dan ditilang lantaran sudah melanggar ketertiban umum,” pungkas Kompol Teguh Setiawan, petang. [ian]






