Blitar (beritajatim.com) – Proses pembangunan jembatan Dawuhan di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar lambat. Selama 2 bulan pengerjaan, jembatan tersebut masih mengalami progres sebesar 3 persen saja.
Artinya proyek jembatan Dawuhan ini, mengalami keterlambatan pengerjaan sebesar 29 persen dari target awal. Meski demikian pihak kontraktor atau pelaksana mengaku tetap optimis bisa membangun jembatan Dawuhan tepat waktu.
“Kalau kita sebagai pelaksana tetap optimis pak, targetnya tetap yakni selesai sesuai dengan waktu yang ditentukan,” kata Eko Supriyono, Kontraktor CV. Anindhika Pratama, Selasa (24/10/23).
Pihak kontraktor yakni CV. Anindhika Pratama mengakui bahwa proyek yang ia kerjakan mengalami keterlambatan. Hal itu terjadi lantaran adanya kendala alat serta lokasi jembatan.
Menurut pihak kontraktor sejumlah alat yang telah mereka siapkan untuk pembangunan jembatan tersebut tidak bisa masuk ke lokasi, lantaran medan yang curam. Selain itu lokasi jembatan yang berdekatan dengan rumah warga juga menyulitkan kontraktor untuk menurunkan sejumlah alat berat yang memiliki dimensi besar.
“Kita memang mines ya, karena ada kendala alat dan sebagainya makanya mulai kemarin setelah rapat dan SP 1 kita giatkan lagi dengan penambahan alat,” imbuhnya.
BACA JUGA:
Pembangunan Jembatan Dawuhan Blitar Baru 3 Persen
Namun pihak kontraktor bertekad untuk mengejar keterlambatan progres pembangunan jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp7,4 miliar rupiah tersebut. Penambahan alat dan penambahan tenaga kerja juga akan segera dilakukan demi bisa mengejar keterlambatan pembangunan.
“Kita laksanakan atas saran beliau, kalau diminta nambah tenaga kerja dan jam kerja juga akan kita tambah,” tutupnya.
Sebelumnya pihak kontraktor yakni CV. Anindhika Pratama telah diberikan surat peringatan pertama oleh DPRD Kabupaten Blitar terkait keterlambatan tersebut. Pihak kontraktor juga telah diberikan saran untuk menambah jumlah alat demi mempercepat pembangunan jembatan Dawuhan.
DPRD Kabupaten Blitar juga meminta pihak kontraktor untuk menambah tenaga kerja. Hal ini disarankan usai DPRD Kabupaten Blitar mengetahui bahwa jumlah pekerja di proyek ini hanya 25 orang saja.
BACA JUGA:
Pedagang Alun-alun Tagih Janji Wali Kota Blitar Soal Bantuan Kontainer Jualan
“Ya tadi kami sarankan untuk melakukan penambahan alat dan tenaga kerja, kami tidak mau tahu alasan-alasan soal kendala alat,” ucap Andika Agus Setiawan, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Blitar, saat melakukan sidak jembatan Dawuhan pada Selasa (24/10/2023).
Jembatan Dawuhan yang baru ini rencananya akan memiliki panjang 33 meter dan lebar 7 meter. Jembatan ini pun ditargetkan selesai pada tanggal 22 Desember 2023 mendatang.
Kini pihak kontraktor harus bekerja keras demi bisa menyelesaikan pembangunan jembatan tepat waktu. Lebih dari itu, kualitas jembatan juga tetap harus diperhatikan. Lantaran jembatan tersebut merupakan poros utama yang biasa dilewati oleh truk pengangkut kayu atau hasil panen petani. [owi/beq]






