Jember (beritajatim.com) – Kontingen atlet difabel Kabupaten Jember mengandalkan cabang olahraga atletik untuk bisa mendulang medali dalam Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) Jatim II, 13 – 17 Juni 2024.
Ada tiga cabor yang dipertandingkan, yakni voli duduk, bocia, dan arletik. Kontingen Jember yang terdiri atas 21 orang dan tergabung dalam NPCI (National; Paralympic Committee Indonesia) bertanding di cabang olahraga bocia dan atletik. Cabor atletik di antaranya adalah lompat jauh, lari, tolak peluru, dan lempar cakram.
“Persiapan mulai dari seleksi, training center, sampai pemberangkatan di-back up penuh pemerintah daerah. Latihan di Jember Sport Garden selama kurang lebih tiga minggu TC di-back up Dinas Kepemudaan dan Olahraga,” kata Kepala Dispora Jember Edi Budi Susilo.
Pemkab Jember juga memberikan perlengkapan perorangan, berupa jaket, training, sepatu, akomodasi, dan transportasi. “Oleh karena itu kamo berharap teman-teman atlet disabilitas ini merasa nyaman dan bisa mengukir prestasi,” kata Edi.
Penetapan cabor voli duduk di luar perkiraan pemkab, sehingga atlet difabel Jember tidak berpartisipasi. “Memang tidak ada atletnya dan belum dikembangkan. Jadi kamo berfokus mengirimkan cabor bocia dan atletik. Nomor lari 200, 400, 800 meter kita ikut serta. Kemudian juga lompat jauh dan lempar cakram kita juga ikut,” kata Edi.
Edi berharap Jember memperoleh medali dari atletik. “Memang tidak mudah. Tapi dengan penuh semangat dan keyakinan, kami sepakat pulang membawa medali, terutama emas. Kami tidak memberikan target tinggi. Tapi teman-teman yakin pulang membawa medali. Minimal sama dengan tahun lalu: 1 emas dan 2 perak,” katanya. [wir]






