Surabaya (beritajatim.com) – Kontemplasi awal Tahun Baru 2026 dilakukan kader PDI Perjuangan Achmad Hidayat di Pura Besakih sebagai ruang refleksi kebangsaan.
Dia menilai semangat kasih sayang dan gotong royong bangsa Indonesia tengah diuji di tengah berbagai tantangan yang dihadapi.
“Semangat kasih sayang kita sedang diuji, dan ini menjadi momen untuk kembali menata hati serta memperkuat kebersamaan,” ujar Achmad Hidayat, Minggu (4/1/2026).
Achmad menilai pergantian tahun menjadi momentum penting untuk refleksi, introspeksi, dan evaluasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurut dia, tantangan ke depan tidak bisa dihadapi dengan cara lama.
“Tahun baru adalah saat yang tepat untuk melihat kembali perjalanan kita sebagai bangsa dan memperbaiki apa yang masih kurang,” katanya.
Berbagai peristiwa sepanjang 2025 turut menjadi bahan perenungan dalam kontemplasi tersebut. Bencana alam, gesekan sosial, hingga perlambatan ekonomi dinilai sebagai ujian bersama.
“Banyak kejadian di tahun lalu yang mengingatkan kita bahwa solidaritas dan kepedulian sosial tidak boleh melemah,” ucap Achmad.
Dalam doa yang dipanjatkan di Pura Besakih, Achmad berharap bangsa Indonesia selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Kuasa. Dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menguatkan nilai gotong royong.
“Kita hidup di bumi yang sama, melihat dengan dua mata dan mendengar dengan dua telinga, tetapi sering kali lebih keras berbicara daripada bekerja. Saatnya bergotong royong karena tantangan ke depan semakin berat,” ujarnya.
Pada bulan Januari ini, PDI Perjuangan juga memperingati hari ulang tahun partai. Achmad berharap momentum tersebut menjadi penguat konsolidasi dan pengabdian kepada rakyat.
“PDI Perjuangan memasuki usia ke-53. Semoga tetap solid dalam satu rampak barisan dan terus berpihak pada kepentingan rakyat,” pungkasnya.[asg/ted]






