Gresik (beritajatim.com) – Konstruksi pembangunan rumah sakit (RS) di kawasan selatan Kabupaten Gresik mulai dikerjakan pada Juni 2023. Anggaran untuk pembangunan infrastruktur kesehatan itu telah dianggarkan.
Kepala Dinas Cipta Karya Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DCKPKP) Kabupaten Gresik, Ida Lailatus Sadiyah menuturkan, paket pekerjaan pembangunan Rumah Sakit Gresik Selatan (RSGS) dilakukan di DCKPKP.
“Anggaran yang disiapkan untuk membangun faskes itu sebesar Rp85 miliar. Iya anggarannya sebesar itu tahun 2023,” tuturnya, Kamis (16/2/2023).
Ida menambahkan, tahapan pekerjaan itu baru sampai managemen konsultan lelang. Setelah tahapan ini selesai, segera digelar lelang pekerjaan fisik.
“Diperkirakan bulan Juni 2023 nanti konstruksi sudah dimulai,” imbuhnya.
RS yang dinamai RS Gresik Sehati ini akan menjadi infrastruktur kesehatan ketiga milik Pemkab. Dengan tujuan agar semakin mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Pembangunan RSGS itu ditargetkan selesai dalam waktu 1 tahun anggaran. Sehingga pada 2024 mendatang pelayanan bisa mulai dibuka.
[berita-terkait number=”5″ tag=”gresik”]
Nantinya lokasi yang memenuhi kelayakan dan diprioritaskan berada di sebelah baratnya exit tol Desa Belahanrejo, Kecamatan Kedamean.
“Pemilihan daerah itu berdasarkan kajian perencanaan. Lokasi akhirnya ditentukan di Desa Slempit, Kedamean,” ungkap Ida.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik, Mukhibatul Khusna menyatakan, pada 2022 perencanaan pembangunan serta pembebasan lahan sudah dilakukan.
“Tahap awal pembebasan lahan, Dinas PUTR mentargetkan luasan 5.000 meter persegi hingga 1 hektar,” katanya.
Rencananya, RSGS itu dibangun sekaligus akan bertipe C. Untuk RS tipe C, kebutuhan lahan minimal 7.000 meter persegi. “Iya memang RSGS itu nanti tipe C,” pungkas Khusna. [dny/beq]






