Surabaya (beritajatim.com) – Boyband Korea Selatan NCT 127 baru saja melangsungkan tur konser dunia mereka di Indonesia. Konser yang diberi nama NCT 127 2nd Tour Neo City: Jakarta – The Link tersebut diadakan selama dua hari, yakni pada 4 dan 5 November 2022.
Sayangnya, antusiasme penggemar yang membludak membuat kericuhan terjadi di hari pertama. Akibatnya, konser yang berlangsung di ICE BSD, Tangerang, Banten itu pun terpaksa diberhentikan.
Meski begitu, kericuhan saat konser memang kerap kali terjadi. Selain lantaran semangat dari para penggemar yang membara, namun juga bisa disebabkan jumlah yang membludak.
Kondisi yang berdesak – desakan ditambah emosi penggemar tak terkontrol membuat kericuhan pun tak dapat terhindarkan.
Berikut ini adalah beberapa konser musik yang berakhir ricuh paling fenomenal dalam sejarah!
[berita-terkait number=”5″ tag=”konser”]
1. Marilyn Manson
Musisi Marilyn Manson memang terkenal dengan hal – hal kontroversial, termasuk setiap ia melakukn sebuah pertunjukan. Salah satunya pada acara Freakers Ball yang bertempat di Kansas City, Missouri, tanggal 30 Oktober 2003.
Setelah menyelesaikan dua lagu, sekitar 12.000 penonton yang berada di luar berhasil menjebol pagar keamanan, yang membuat pertahanan petugas pun runtuh. Khawatir kondisi semakin parah, konser pun terpaksa dihentikan.
Alih – alih meninggalkan area, 2.000 penonton yang masih kesal justru bertindak anarkis. Mereka mengamuk dengan merusak benda – benda di sekitar serta melempar botol – botol yang berisi urin. Akibat kerusuhan ini tujuh orang penonton terluka, satu orang ditangkap dan sembilan mobil polisi dan properti di sekitar arena konser rusak parah.
2. Altamont Free Concert (1969)
Memiliki 300.000 penonton, kabarnya jumlah penonton dalam festival tersebut telah melebihi batas. Faktanya, para petugas keamanan juta telah dibayar dengan minuman beralkohol seharga 500 dolar AS.
Setelah diselidiki pun kericuhan yang terjadi disebabkan oleh penonton yang berdesak – desakan, ditambah dengan petugas keamanan dalam kondisi mabuk yang mana juga merupakan anggota geng motor kenamaan Amerika Serikat, Hell’s Angels. Akibat hal itu beberapa band seperti Grateful Dead menolak untuk tampil.
3. British Invansion (2006)
Hingga saat ini, pertentangan antara dua kubu pro-rasisme dan anti-rasisme masih terus berjalan. Pertikaian tersebut sudah berjalan dari dahulu kala, termasuk dalam sebuah festival musik punk rock.
Berawal dari seorang penonton yang berteriak “White Power” dalam arena National Orange Show Events Center, San Bernardino, Amerika Serikat. Teriakan itupun memicu emosi penonton lainnya, kericuhan akhirnya terjadi.
Serangan gas air mata dan serangan huru-hara dari sekitar 1.500 penonton tak terelakkan lagi. Konser yang berlangsung pada 4 Maret itu berakhir dengan tragis.
4. Woodstock’99 (1999)
Konser selanjutnya yang dianggap paling rusuh sepanjang sejarah adalaj Woodstock di tahun 1999. Konser yang sudah berlangsung sejak 1969 itu awalnya memiliki tujuan yang baik, yaitu untuk menyuarakan pesan damai kepada dunia. Kala itu perang dingin antara Amerika Serikat dan Uni Soviet sedang terjadi.
Sayangnya, niat mulia berbanding terbalik dengan kenyataan di lapangan. Digelar pada 22 – 25 Juli 1999 di New York, kerusuhan pertama terjadi pada tanggal 24 Juli. Saat itu, band Limp Bizkit sedang beraksi di atas panggung, namun kabarnya, pemerkosaan yang dilakukan oleh banyak orang kepada seorang wanita justru terjadi.
Tidak hanya itu, beredar pula laporan bahwa kasus pelecehan marak terjadi sealama gelaran Woodstock ’99. Penonton pun bersikap anarkais, seperti pagar yang dicopot paksa, benda – benda di sekitar yang dibakar, dan lain sebagainya.
Ketika menonton konser idola, ada baiknya kita tertib kepada aturan. Hal itu untuk menjaga kenyamanan penonton lain, penyelenggara, dan tentunya sang musisi. Jangan sampai konser yang seharusnya ditujukan untuk bersenang – senang justru berakhir dengan duka. (mnd/nap)






