Bojonegoro (beritajatim.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bojonegoro akan menggelar Kejuaraan Kecamatan (Kejurcam) pertama pada Agustus 2025. Sebanyak 16 cabang olahraga (cabor) dijadwalkan mengikuti ajang ini, yang akan diadakan serentak di 28 kecamatan se-Bojonegoro.
Wakil Ketua KONI Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, menyebut cabor bola voli menjadi yang paling banyak digelar, yakni di 22 kecamatan. Disusul atletik di 13 kecamatan, catur di 11 kecamatan, dan pencak silat di 10 kecamatan.
Selain itu, bulu tangkis akan berlangsung di 9 kecamatan, futsal 8 kecamatan, tenis meja 7 kecamatan, e-sports 6 kecamatan, gateball 3 kecamatan, serta renang dan basket masing-masing di 2 kecamatan. Sementara lima cabor lainnya — petanque, sepak takraw, bola tangan, judo, dan kickboxing — hanya digelar di satu kecamatan.
Peserta Kejurcam 2025 dibatasi untuk atlet usia 16 hingga 18 tahun yang belum pernah meraih gelar juara di tingkat manapun. “Rentang usia ini kami pilih sebagai bagian dari persiapan menghadapi Porkab, yang sasarannya usia 19 tahun,” jelas Tonny.
Pendaftaran peserta dapat dilakukan melalui sekolah atau rekomendasi dari pemerintah desa. Namun, pihak KONI lebih mendorong skema rekomendasi desa, mengingat Kejurcam merupakan ajang kompetisi tingkat kecamatan.
KONI Bojonegoro juga memberikan dana stimulan sebesar Rp15 juta kepada setiap kecamatan yang menyelenggarakan minimal dua cabang olahraga. “Satu cabor harus terdiri dari beberapa nomor pertandingan. Misalnya, atletik bukan hanya lari 100 meter, tapi juga nomor lain seperti 50 meter,” tambahnya.
Tonny berharap Kejurcam bisa menjadi wadah pembinaan atlet usia muda dan membantu desa serta kecamatan menemukan cabor unggulan masing-masing. “Jika setiap desa memiliki potensi olahraga, kita bisa memetakan sentra cabor unggulan di tiap wilayah,” ucapnya.
Penyelenggaraan Kejurcam akan melibatkan Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) yang merupakan perpanjangan tangan KONI. KOK akan bekerja sama dengan masing-masing cabor untuk menyediakan perangkat pertandingan dan teknis pelaksanaan.
Sementara itu, KOK Kecamatan Bojonegoro, Syaifuddin, mengungkapkan telah menjalin koordinasi dengan delapan cabor di wilayahnya. Para ketua cabor telah dikumpulkan untuk membahas persiapan teknis pelaksanaan Kejurcam. “Setiap cabor bertanggung jawab atas perangkat pertandingannya masing-masing,” katanya. [lus/aje]






