Pacitan (beritajatim.com) – Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang memanas akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran berdampak pada penyelenggaraan ibadah umroh. Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh warga Indonesia untuk sementara menunda keberangkatan umroh demi menjaga keselamatan jamaah.
Imbauan tersebut turut berdampak pada jamaah asal Kabupaten Pacitan. Pelaksana Tugas (Plt) Kemenhaj Pacitan, Marjuni, menyampaikan hasil mitigasi terhadap jamaah umroh warga Pacitan yang saat ini masih berada di Tanah Suci.
“Berdasarkan laporan dari Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU), sementara ini tercatat ada 22 jamaah asal Pacitan yang sedang menjalankan ibadah umroh dan seluruhnya berada di Kota Makkah,” katanya ditulis Rabu (4/3/2026).
Adapun rinciannya, jamaah yang berangkat melalui Uskinu Ponorogo sebanyak tujuh orang dan berada di Makkah. Jamaah melalui PT Surya Buana Wisata sebanyak dua orang, serta melalui PT Karomah Bait Alanshor sebanyak 13 orang, juga seluruhnya berada di Makkah.
Sementara itu, sejumlah biro perjalanan umrah lainnya dilaporkan tidak memberangkatkan jamaah asal Pacitan pada periode ini, antara lain PT Firnando Team Indonesia Group, PT Amanu, PT Tanur Muthmainnah Tour, dan PT Al Quds. Untuk beberapa biro lainnya masih dilakukan pendataan lanjutan.
Marjuni menegaskan bahwa seluruh PPIU wajib terus melakukan koordinasi dengan pihak terkait dan bertanggung jawab penuh atas keamanan serta keselamatan jamaah selama berada di Arab Saudi.
“Kami memohon agar jamaah umrah yang masih berada di tanah air untuk sementara menunda keberangkatan sampai ada izin resmi dari Kemenhaj dan Kementerian Luar Negeri, serta kondisi penerbangan benar-benar dinyatakan aman,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh penyelenggara perjalanan umrah mematuhi imbauan dan surat edaran yang telah dikeluarkan pemerintah pusat. Kebijakan penundaan ini diambil sebagai langkah kehati-hatian di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia yang akan melaksanakan ibadah umrah.
Pemerintah daerah bersama PPIU terus melakukan pemantauan terhadap kondisi jamaah asal Pacitan di Makkah dan memastikan mereka tetap dalam keadaan aman selama menjalankan rangkaian ibadah. [tri/aje]






