Surabaya (beritajatim.com) – Jika kamu tidak sengaja pernah berhubungan seks yang beresiko tanpa kondom atau mengalami kondom dalam kondisi bocor hingga robek, cobalah untuk tidak panik.
Banyak hal terjadi dalam hubungan seksual seseorang, dan kamu bukan satu-satunya yang pernah mengalami pengalaman ini.
Karena terkadang ada beberapa kondisi hubungan seksual yang berisiko, seperti partner yang mengalami infeksi menular seksual (IMS), Hiv, atau menunda kehamilan karena kondisi kesehatan. Namun jangan khawatir, ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengatasi risiko tersebut sehingga suami-istri tetap terlindungi dan sehat secara seksual.
Melansir Healthline, Inilah beberapa langkah yang harus dilakukan ketika tidak sengaja berhubungan seks tanpa pengaman atau mengalami kondom bocor:
1. Segera setelah mengetahui
Segera setelah mengetahui kondom bocor langsung hentikan aktivitas seksual dan menjauhlah dari pasangan.
2. Gunakan kamar mandi
Pertama, pergilah ke kamar mandi untuk mengeluarkan cairan yang tersisa dari vagina. Hal ini dapat membantu menghilangkan bakteri yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih (ISK).
Caranya dengan duduk atau jongkok di toilet, kemudian gunakan otot kelamin untuk mengeluarkan cairan yang tersisa.
Kencing seperti biasa juga bisa dilakukan, tetapi tidak ada hubungannya dengan menghilangkan risiko kehamilan. Karena sperma sudah melakukan perjalanan menuju sel telur.
3. Bersihkan dengan normal
Area genital perlu dibersihkan secara menyeluruh setelah melakukan aktivitas seksual adalah sebuah mitos. Meskipun mencuci dan mengeringkan area genital dapat memberikan kenyamanan, namun jika dilakukan berlebihan dapat meningkatkan risiko infeksi.
Jadi jika ingin mandi, cukup mandi atau gunakan air suam-suam kuku untuk membersihkan area tersebut.
4. Periksa diri sendiri
Pastikan untuk meluangkan waktu bertanya pada diri sendiri bagaimana perasaan kamu. Mengalami berbagai macam emosi setelah berhubungan seks tanpa kondom adalah hal yang wajar, baik itu kekhawatiran, kemarahan, atau kesedihan.
Cobalah untuk berbicara dengan teman atau keluarga tentang situasi tersebut sehingga mereka kamu dapat dukungan.
Jika merasa tidak nyaman berbicara dengan siapa pun yang dikenal, pertimbangkan untuk menghubungi Planned Parenthood atau National Coalition for Sexual Health untuk mendapatkan bantuan.
5. Rencanakan langkah selanjutnya
Setelah merasa lebih nyaman, ada baiknya memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jika memerlukan kontrasepsi darurat (EC), kamu bisa memperolehnya di apotek terdekat. Beberapa jenis EC tersedia tanpa resep dan tidak memerlukan resep dokter.
Dalam 3 hari beberapa jenis EC perlu diminum dalam waktu 72 jam setelah berhubungan seks tanpa kondom. Demikian pula, sangat penting untuk minum obat pencegahan HIV dalam jangka waktu yang sama.
Jika sudah ditahap khawatir telah terpapar infeksi menular seksual (IMS) atau HIV, buat janji temu dengan dokter atau klinik kesehatan seksual. Ingatlah bahwa penularan IMS hanya perlu melakukan seks oral atau penetrasi dengan seseorang satu kali.
6. Perhatikan gejalanya
Beberapa IMS menunjukkan gejala, antara lain muncul luka di sekitar vagina, gatal, bau tidak sedap, atau nyeri saat buang air kecil. Awasi alat kelamin, anus, dan area mulut, kemudian jadwalkan tes IMS jika kamu melihat sesuatu yang tidak biasa.
7. Dapatkan PEP dari dokter dan profesional kesehatan lainnya
Jika kamu khawatir tertular HIV, profilaksis pasca pajanan (PEP) dapat mengurangi risiko terkena infeksi. Mulailah perawatan sesegera mungkin untuk keberhasilan pencegahan, idealnya dalam beberapa jam setelah paparan potential. Maksimal 72 jam setelah kemungkinan pajanan HIV.
Untuk selanjutnya, perawatan ini perlu pertimbangan dan pengawasan dokter. Pasien biasanya akan dipantau dan haru meminum obat dua kali sehari selama puluhan hari berturut-turut.
8. Untuk mengurangi kemungkinan kehamilan
Sebenarnya sperma yang sudah masuk melalui vagina akan langsung melakukan perjalanan menuju ovarium. Bagi yang ingin menunda anak, bisa melakukan beberapa cara, seperti memblokir hormon progesteron untuk menunda ovulasi.
Tentu untuk prosedur ini, kamu harus dan wajib berkonsultasi dengan dokter. Karena metode ini bisa menurunkan kemungkinan kehamilan hingga 85 persen, risiko yang akan ditanggung pun juga meningkat.
9. Tiga minggu setelah melakukan hubungan seks
Jika khawatir akan kehamilan, tanda pertama yang bisa diperiksa pada tiga bulan awal adalah keterlibatan haid. Disarankan harus melakukan tes kehamilan untuk mengetahuinya secara pasti.
Karena tes kehamilan bekerja dengan mendeteksi hormon yang disebut human chorionic gonadotropin (hCG). Butuh beberapa saat agar cukup hCG terbentuk di tubuh, jadi harus menunggu untuk melakukan tes hingga 3 minggu setelah berhubungan seks.
10. Seterusnya periksa kesehatan jangka panjang
Sifilis adalah salah satu IMS yang sulit dikenali, bahkan mungkin tidak bergejala sama sekali. Namun, penting untuk dites karena sifilis dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang di berbagai organ tubuh.
Itulah langkah-langkah yang harus dilakukan setelah melakukan hubungan seksual beresiko. Pada dasarnya melakukan hubungan seksual selalu disertai dengan risiko, seperti IMS atau kehamilan.
Pikirkan dengan bijak mengenai kehidupan seksual kamu agar terhindar dari risiko yang telah disebutkan di atas. (Kai/ian)






