Pacitan (beritajatim.com) – Kondisi Samiyem (70), warga Dusun/Desa Belah, Kecamatan Donorojo, Pacitan, yang menjadi korban pembacokan oleh cucu angkatnya sendiri, kini mulai stabil
Korban tiba di RSUD dr. Darsono Pacitan sekitar pukul 20.15 WIB, Selasa (14/10/2025), dalam kondisi luka parah di kepala, punggung kanan, dan pantat sebelah kiri. Setelah mendapat perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Samiyem dinyatakan stabil dan telah dipindahkan ke ruang rawat inap.
Kepala IGD RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Netty Nurnaningtyas, menjelaskan bahwa luka di kepala korban tergolong cukup serius akibat hantaman benda tajam, sementara luka di punggung hanya berupa goresan.
“Luka di kepala cukup parah, tapi yang di area punggung hanya berupa goresan benda tajam,” ujar dr. Netty, Rabu (15/10/2025).
Berdasarkan hasil pemeriksaan CT Scan, tidak ditemukan tanda-tanda pendarahan di otak. Hingga saat ini, belum ada rencana tindakan operasi karena luka luar dapat ditangani melalui perawatan intensif dan pengawasan ketat.
“Hasil pemeriksaan relatif aman, tidak ada pendarahan internal. Namun pasien masih perlu observasi selama dua hari ke depan untuk memastikan kondisi benar-benar stabil,” jelas dr. Netty.
Insiden penganiayaan ini terjadi pada Selasa petang, ketika Samiyem menjadi korban cucu angkatnya, CR (16). Pelaku diduga tersinggung setelah korban menyebutnya sebagai “cucu pungut” dan kemudian membacok korban menggunakan golok. [tri/beq]






