Gresik (beritajatim.com) – Dampak pandemi covid-19 yang memporak-porandakan semua sektor, sangat dirasakan oleh anak yatim piatu yang duduk di bangku sekolah menjelang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100 persen November 2021 nanti. Para siswa yang kehilangan orang tua mendapat bantuan alat sekolah dari komunitas koin kripto, atau penambangan cryptocurrency Gresik yang menyisihkan keuntungannya.
Ada 65 anak yatim piatu yang terdampak covid-19 terlihat sangat senang. Mereka mendapatkan peralatan sekolah lengkap untuk menyambut PTM 100 persen nanti.
Ahmad Fadilah (11) salah satu siswa kelas 6 SD menuturkan, dirinya sangat senang mendapat peralatan sekolah yang baru. Tidak hanya itu, bocah tersebut juga mendapatkan perlengkapan protokol kesehatan (Prokes). “Senang sekali mendapat peralatan sekolah serta perlengkapan prokes dan uang saku,” tuturnya dengan wajah sumringah, Minggu (10/10/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”bantuan”]
Sementara, Top Leader Roy Club Deden Bima Satria mengatakan, kegiatan pemberian bantuan alat tulis ini merupakan rasa syukur karena penambangan crypto Universal Money Instrument (UMI) cukup bagus. Pasalnya, setiap bulan bisa mencapai keuntungan 34 persen.
“Saat ini, Crypto UMI sedang berada di nilai tukar Rp 698 per koin. Meski, crypto yang baru berusia 1,5 tahun pernah berada di angka tertinggi yakni Rp 29 ribu per koin,” katanya.
Ia menjelaskan dengan adanya investasi digital yang semakin marak seperti sekarang. Bisa menjadi peluang bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Untuk itu, komunitasnya akan terus melakukan edukasi belajar mengenai investasi koin kripto. “Ini merupakan investasi jangka panjang. Dari sini kita bisa meningkatkan nilai ekonomi di tengah pandemi,” paparnya.
Masih menurut Deden, dibandingkan dengan koin lain, UMI memiliki sistem yang simpel. Yakni tidak memiliki power yang besar. Sehingga, bisa menambang setiap saat bahkan bisa melalui smartphone. “Setiap harinya kami bisa bertransaksi Rp 65 ribu setiap detik. Ini setara seperti master card,” ujarnya.
Diakui Deden, pemberian alat tulis kepada anak yatim ini untuk mendukung para siswa saat pelaksanaan PTM 100 persen nanti. Mesti tidak banyak, namun alat sekolah lengkap ini bisa membantu meringankan beban disaat sekolah sudah libur sejak sejak tahun 2020.
“Anak yatim piatu yang bantu sudah lama belajar daring. Pastinya alat tulis sekolah yang dipakai banyak yang hilang. Hasil keuntungan kami dari melakukan nambang disisihkan buat membantu,” pungkasnya. [dny/kun]






