Surabaya (beritajatim.com) – Komitmen Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini terkait kondusi lingkungan hidup tak perlu lagi diragukan. Khususnya, terkait dengan upaya menekan tingkat polusi udara di Kota Pahlawan.
Terbaru, Wali Kota Risma bersama jajaran Pemkot Surabaya menanam 50 ribu mangrove. “Fungsinya mangrove kan dia sebagai penyerap karbon, pemberi oksigen. Tapi mangrove ini fungsinya banyak sekali,” kata Risma usai penanaman 50 ribu mangrove bersama Forkopimda Surabaya di Gununganyar, Jumat (16/8/2019).
Menurut Risma, upaya penanaman pohon terus-menerus juga sebagai penyeimbang dengan banyaknya kendaraan. Sebab saat ini, Surabaya merupakan kota terbesar dan dengan kepemilikan kendaraan terbanyak kedua juga setelah Jakarta.
“Jadi pohonnya kurang terus, mobilnya yang punya tambah terus. Kita nanam pohon terus berlomba-lomba sama yang punya mobil,” ujar wali kota perempuan pertama Surabaya itu.
“Nah, kita kan nggak bisa nyegah. Orang makin kaya masak nggak boleh beli mobil. Ya sudah nggak apa-apa saya nanam pohon,” katanya.
Risma menambahkan, selain sebagai kota metropolitan, secara geografis Surabaya merupakan kawasan pesisir yang rawan dengan ancaman gelombang dari laut. Namun letak Surabaya di pesisir masih terlindungi oleh Pulau Madura.
Meski begitu, ancaman lingkungan berupa global warming tengah mengancam di mana dan siapa saja. Untuk itu, ia terus menggalakkan penanaman pohon untuk mereduksi ancaman itu.
“Surabaya ini bempernya (pelindungnya) Pulau Madura kalau lautan bebas. Cuma kan ndak bisa begitu dengan kondisi global warming ini bisa relay on dengan alam saja,” pungkasnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”risma”]
Sebagai informasi, prestasi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam hal lingkungan hidup juga terbukti menarik perhatian banyak pihak. Salah satu bukti nyatanya adalah saat ini nama Risma masuk ke jajaran bursa menteri Presiden Jokowi periode 2019-2024. Wali Kota Surabaya dua periode ini dianggap layak menjadi Menteri LHK. [ifw/but]






