Sumenep (beritajatim.com) – Komite Komunikasi Digital (KKD) Jawa Timur menyampaikan beberapa hal yang harus diwaspadai di ruang digital, menjelang pelaksanaan Pilkada serentak 2024.
“Tantangan terbesar yang dihadapi menjelang Pilkada ini adalah menjaga ruang digital dari ancaman hoaks dan provokasi di media sosial,” kata Ketua KKD Jawa Timur, Arief Rahman, Selasa (29/10/2024).
Hal tersebut diungkapkan Arief Rahman dalam Focus Group Discussion (FGD) ‘Penguatan Sinergitas Pengamanan Ruang Digital Jelang Pilkada 2024’ di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep. Acara tersebut juga menghadirkan Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso sebagai pembicara, dan dihadiri Sekretaris Dinas Kominfo Sumenep, M. Nurdin.
“Edukasi kepada masyarakat penting untuk dilakukan agar bisa memilah informasi. Kemudian semua pihak juga diminta untuk berperan aktif dalam menangkal berita bohong yang dapat memicu konflik sosial. Lebih-lebih menjelang Pilkada 2024 ini,” ujar Arief.
Sementara Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso mengungkapkan, situasi kamtibmas di Sumenep menjelang Pilkada serentak relatif aman dan kondusif.
“Termasuk penyebaran informasi hoax jelang Pilkada sangat minim. Bahkan boleh dikatakan tidak ada,” ucapnya.
Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Sumenep, Muhammad Nurdin mengatakan, FGD penting dilakukan guna menyamakan persepsi untuk mewujudkan Pilkada serentak 2024 aman, kondusif dan bebas hoaks, sehingga semuanya berjalan sesuai harapan.
“Menjelang Pilkada 2024, penguatan sinergitas dalam pengamanan ruang digital menjadi sangat penting, agar pelaksanaan pilkada nanti tidak ada yang menjadi pengganggu,” ujarnya.
Nurdin menyebutkan, melalui FGD diharapkan dapat menjaga integritas proses demokrasi dan mencegah potensi ancaman siber yang dapat memengaruhi jalannya pemilihan.
“FGD ini menjadi salah satu sarana menuju Pilkada Sumenep yang aman, kondusif, dan bebas hoaks. Dengan demikian, Pilkada benar-benar menjadi pesta demokrasi yang diharapkan seluruh masyarakat,” pungkasnya. [tem/suf]






