Pasuruan (beritajatim.com) – Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan bersama OPD terkait melakukan sidak ke PT Cargill. Hasil sidak ini cukup mengejutkan, terutama di PT Cargill. Komisi menemukan sejumlah masalah terkait pengelolaan limbah yang berpotensi mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.
“Kami menemukan adanya bau tidak sedap dan sisa-sisa pengolahan limbah di PT Cargill,” ungkap Yusuf Daniel, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan.
Temuan ini tentu saja menjadi perhatian serius bagi DPRD dan masyarakat. Yusuf menegaskan bahwa pihaknya akan mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan semua pihak, baik perusahaan maupun masyarakat.
“Bagaimana kepentingan masyarakat bisa terakomodasi. Khusus bagi masyarakat yang rumahnya dekat lokasi pabrik tidak terdampak limbahnya. Dan juga perusahaan bisa tetap bisa beroperasi,” ucapnya.
Keluhan warga sekitar PT Cargill terkait suara bising dan bau menyengat telah lama terdengar. Mereka khawatir akan dampak kesehatan jangka panjang akibat pencemaran lingkungan, terutama dari limbah B3 yang diduga berasal dari cerobong asap pabrik.
Menanggapi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan telah melakukan pengujian kualitas udara di sekitar pabrik. Hasil pengujian masih dalam proses, namun pihak DLH memastikan bahwa mereka akan terus memantau situasi dan mengambil tindakan yang diperlukan.
Pihak PT Cargill menyambut baik upaya DPRD dan pemerintah daerah dalam menyelesaikan masalah ini. Mereka menyatakan siap bekerja sama dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
“Kami akan kooperatif dan terbuka dengan semua proses yang ada,” ujar Gilang, Humas PT Cargill.
DPRD Kabupaten Pasuruan akan memanggil pihak perusahaan, dinas terkait, dan perwakilan warga untuk membahas masalah ini lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mencari solusi terbaik yang dapat diterima oleh semua pihak.
“Kami mengajak semua pihak untuk bekerja sama mencari solusi yang adil dan berkelanjutan,” tegas Yusuf Daniel. (ada/ian)






