Malang (beritajatim.com) – Anggota komisi C DPRD Kota Malang Arief Wahyudi menyoroti banjir yang belakangan ini sering terjadi di Kota Malang. Seperti banjir pada awal Desember kemarin penyebab genangan air disebabkan air tidak bisa masuk ke saluran air karena drainase penuh dengan sedimentasi hingga jalannya air yang tertutup bangunan.
“Hasil penelitian UB (Universitas Brawijaya) drainase di Kota Malang cukup. Tapi air tidak bisa masuk dengan cepat karena banyak jalannya air tertutup bangunan. Jadi avur itu tidak optimal karena sedimentasi atau rusak tertutup bangunan,” ujar Arief, Senin, (29/12/2025).
Arief menduga rusaknya avur dan drainase karena pemeliharaan yang kurang. Dia meminta Dinas PUPRPKP Kota Malang untuk segera memperbaiki avur yang ada. Dia mencontohkan, avur peninggalan Belanda di Jalan Kawi sudah rusak terkena sedimentasi.
“Mumpung hujan gedenya belum datang lagi segera benahi avur yang ada. Di Jalan Kawi itu saya melihat sendiri avur peninggalan Belanda rusak karena sedimentasi,” kata Arief.
Dia juga mendorong ada penertiban bangunan yang berada di atas saluran air. Menurut Arief pembongkaran bangunan yang ada di atas saluran air hanya menunggu keberanian Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
“Tinggal menunggu keberanian dari Wali Kota Malang untuk mengatasi banjir. Sambil menunggu pembangunan gorong-gorong di Soekarno-Hatta karena ini masih tahap uji coba kita tidak tahu seberapa signifikan. Kalau secara teknis berpengaruh besar,” ujar Arief.
Arief menuturkan bahwa Wali Kota Malang Wahyu Hidayat harus segera mungkin menindak bangunan yang menutupi saluran di Kota Malang. (luc/ian)






