Jember (beritajatim.com) – Komisi B DPRD Jember, Jawa Timur, mendukung uji coba pemerintah daerah untuk menggratiskan tiket masuk lokasi wisata Pantai Watu Ulo dan Pantai Pasir Putih Malikan (Papuma). Namun mereka minta agar uji coba itu disiapkan dengan matang.
“Yang harus dipikirkan wisata gratis sasaran utamanya apa. Yang saya tangkap dari penjelasan pemkab, Watu Ulo menjadi lebih terkenal dan betul-betul rakyat menikmati. Saya sepakat, tapi ada hal yang lebih penting: bagaimana meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata,” kata Ketua Komisi B Siswono, Kamis (14/4/2022).
Siswono mencontohkan Malang dan Bali yang mendapat pemasukan untuk PAD dari sektor pariwisata. “Sarana (di Watu Ulo dan Papuma) harus dipenuhi dulu. Perbaikan sarana harus bagus. Walaupun gratis, kalau ada dua ribu joglangan (jalan berlubang) menuju Watu Ulo dan Papuma ya sama saja. Sepulang dari sana mobil dan sepeda motor rusak, masyarakat jadi gaduh dan merasa tak nyaman ke sana,” katanya.
Siswono mempertanyakan kajian akademis penggratisan tiket masuk ini. “Semestinya ini melalui kajian akademis dulu. Ini menyangkut kepentingan publik. Ini kan prematur menurut saya,” katanya.
Apalagi, menurut Siswono, Komisi B tidak pernah dilibatkan dalam rapat-rapat persiapan teknis uji coba, kendati sudah mengawal isu ini sejak tahun lalu. “Tapi bagaimana pun tekad baik harus kami dukung. Mudah-mudahan, bismillah saja, kendala seperti apa jadi evaluasi ke depan untuk menuju yang lebih baik dan masyarakat menikmati,” katanya.
Siswono menekankan, Pemkab Jember mempunyai waktu dua puluh hari untuk mempersiapkan uji coba tersebut. Salah satunya adalah memastikan pintu masuk menuju ke dua lokasi wisata itu agar tak terjadi kemacetan lalu lintas. “Pastikan satu jalur dan ada gladi bersih dan gladi kotor,” katanya.
“Ini sepertinya Pemkab Jember belum matang mempersiapkannya. Belum matang dalam artian kesiapan panitia. Kepolisian dan TNI di masing-masing kecamatan diminta terlibat dalam hal pengamanan. Namun pengamanan keselamatan pengunjung di pantai dan keselamatan para pemilik kendaraan ada di panitia. Ini sepertinya belum siap,” kata Siswono.
Penggratisan tiket masuk membuat Pemkab Jember harus mencari alternatif pemasukan untuk PAD. Siswono menyarankan, pengusaha mikro kecil menengah yang berjualan di lokasi wisata harus membayar retribusi. “Kalau Jatim Park, pemasukan untuk PAD diambilkan dari tiket wahana bermain. Oleh karenanya Pemkab Jember jangan tanggung,” katanya.
[berita-terkait number=”5″ tag=”pantai-papuma”]
“Kalau memang serius mengembangkan Watu Ulo dan Papuma, segera cari pihak ketiga atau pemkab melakukan upaya-upaya pengadaan wahana dengan kekuatan APBD yang ada. Karena tanpa ada wahana yang baru di sana, buat apa?” kata Siswono. Dia percaya Watu Ulo dan Papuma bisa menarik investor, jika ada itikad baik dari Pemkab Jember untuk mempermudah proses perizinan dan semacamnya.
Namun Siswono mengingatkan agar Pemkab Jember benar-benar siap menghadapi uji coba penggratisan tiket masuk ini. “Jangan coba-coba. Kalau masyarakat sudah merasa nyaman tanpa bayar tiket, lalu kemudian dikembalikan ke bayar lagi bisa jadi gaduh. Taruhannya adalah popularitas bupati dengan segala kebijakannya. Jadi harus permanen,” katanya.
“Pemkab tidak bisa setengah-setengah. Harus maksimal dengan kekuatan APBD atau dengan kekuatan investor. Bagaimana Watu Ulo dan Papuma minimal seperti Pantai Kuta Bali, seperti di daerah lain yang tanpa bayar tiket masuk tapi PAD meningkat,” kata Siswono.
Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan uji coba penggratisan tiket masuk ke lokasi wisata Watu Ulo dan Pantai Tanjung Pasir Putih Malikan (Papuma) pada 4 Mei – 4 Juni 2022. Bupati Hendy Siswanto mengatakan, uji coba ini bertujuan untuk mengkalkulasi potensi dua lokasi itu sebagai bahan pertimbangan untuk pengambilan kebijakan pengolaan Watu ulo dan Papuma.
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-jember”]
“Harapan kami destinasi wisata Jember lebih kompetitif, sehingga orang Jember tidak perlu berwisata ke luar daerah. Orang Jember harus mencintai apa yang menjadi potensi di daerah ini, sehingga ekonomi kita bergerak lebih baik,” kata Hendy.
Data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jember menyebutkan, kurang lebih 1,5 juta orang wisatawan domestik dan 5.620 orang wisatawan mancaengara berkunjung ke Jember pada 2019. Jumlah ini anjlok menjadi 80.286 orang wisatawan lokal dan 254 orang wisatawan mancanegara pada 2020 karena pandemi. Dari sisi obyek wisata, ada peningkatan 22 persen obyek wisata yang layak jual di Jember.
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2021-2026 menyebutkan, pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Jember diarahkan pada peningkatan kualitas, pemasaran obyek pariwisata, kunjungan wisata, pelayanan pariwisata dan kelestarian obyek pariwisata.
Pembangunan sarana dan prasarana destinasi wisata serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan pariwisata perlu ditingkatkan. Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan, diperlukan promosi yang baik melalui jejaring sosial dan media internet sehingga informasi tentang obyek wisata di Kabupaten Jember dapat dengan mudah diketahui. [wir/suf]






