Surabaya (beritajatim.com) – Ajang National Dance Competition “Inspirasi Diri” Regional Surabaya sukses digelar di Auditorium Universitas Airlangga, Rabu (8/1/2025). Tim Clique dari SMAK Saint Louis 1 Surabaya dan Sogenzi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil meraih juara, mengalahkan puluhan tim lainnya dari berbagai daerah di Indonesia. Kedua tim ini berhak melaju ke babak grand final di Jakarta.
Kapten tim Clique, Feliska Lasonda, mengungkapkan bahwa persiapan untuk koreografi wajib menggunakan lagu “Inspirasi Diri” memakan waktu dua bulan, sementara koreografi bebas hanya dilatih selama lima hari.
“Untuk koreo wajib memang butuh waktu lebih lama, sekitar dua bulan. Kalau koreo bebas, persiapannya hanya lima hari karena terbatasnya waktu libur sekolah,” ujar Feliska.
Kreativitas dan Budaya
Victor Sihombing, GM Sales of iForte, menjelaskan bahwa ajang ini bertujuan memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan kreativitas seni dan sportivitas melalui tarian. Kompetisi ini menggabungkan elemen lagu pop dengan kekayaan budaya Indonesia.
“National Dance Competition ‘Inspirasi Diri’ adalah bukti komitmen iForte untuk meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap seni tari,” ungkap Victor.
Kompetisi ini juga berkolaborasi dengan penyanyi Yura Yunita, yang lagunya, “Inspirasi Diri,” digunakan sebagai lagu wajib dalam ajang ini. Lagu tersebut bertujuan memotivasi peserta untuk terus belajar, berkreasi, dan menghargai nilai-nilai budaya dalam kehidupan mereka.
Perjalanan Kompetisi
Sejak dibuka pada 26 September 2024, ajang ini telah menjangkau 413 pendaftar dari 127 kota di Indonesia. Babak penyisihan dilaksanakan di 15 kota besar, termasuk Medan, Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Makassar. Setiap regional menghasilkan tiga juara, dan juara pertama akan berlaga di grand final yang akan digelar di Jakarta.
Regional Surabaya sebagai salah satu babak penyisihan menghadirkan empat juri profesional, yaitu Abing Santoso, Sandhidea Cahyo Narpati, Morine Erine, dan Eka Lutfi. Mereka merupakan seniman yang aktif mempromosikan seni tari tradisional maupun modern di Indonesia. [way/but]






