Blitar (beritajatim.com) – Kodim 0808/Blitar bersama Polres Blitar Kota dan Pemkot Blitar kerja bakti membersihkan sungai di Jl A Yani, Kota Blitar, Kamis (7/12/2023). Kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi bencana banjir saat memasuki musim hujan di Kota Blitar.
Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono mengatakan kegiatan ini dilakukan karena prihatin melihat kondisi sungai yang dipenuhi sampah dan rumput liar. Kondisi itu bila dibiarkan bisa membahayakan dan menyebabkan banjir jika musim hujan tiba.
Karena itu, secara serentak TNI bersama Polri dan Pemkot menggelar pembersihan lingkungan dan sejumlah sungai memasuki awal musim hujan ini.
“Hari ini, saya, Dandim Blitar didampingi Wali Kota, Kapolres, Danyon dan kepala BPBD melaksanakan karya bakti dalam rangka mengantisipasi banjir. Saat ini, sudah memasuki musim hujan,” kata Dandim 0808/Blitar, Letkol Inf Sapto Dwi Priyono, Kamis (7/12/2023).
Sapto mengatakan, kegiatan pembersihan lingkungan memasuki musim hujan selaras dengan instruksi KSAD, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang telah di-breakdown secara berjenjang kepada Pangdam, Danrem dan Dandim. Sasaran karya bakti, yaitu, bantaran sungai, saluran air serta sentra ekonomi yang meliputi pasar tradisional, pasar modern dan kompleks perkantoran.
BACA JUGA:
Ratusan Lowongan Kerja Tersedia di Job Fair Pemkab Blitar
“Dengan pembersihan lingkungan, harapannya saat turun hujan, air dapat mengalir normal, tidak terjadi sumbatan yang bisa menyebabkan banjir,” ujarnya.
Selain pembersihan lingkungan, kata Sapto, Kodim juga melakukan penanaman 4.000 pohon di lahan seluas 1,7 hektare di wilayah Lodoyo Timur. Penanaman pohon itu dilakukan untuk mengurangi emisi karbon sekaligus memperindah estetika di lokasi.
“Kami memanfaatkan curah hujan yang akan turun untuk menyirami pohon yang kami tanam. Ini menjadi bagian untuk pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Wali Kota Blitar, Santoso mengatakan Pemkot Blitar juga telah melakukan apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi memasuki musim hujan.
Bencana hidrometeorologi bisa diakibatkan oleh alam. Apalagi, di Blitar terdapat Gunung Kelud yang berpotensi terjadi bencana alam.
BACA JUGA:
KPU Blitar Butuh 24 ribu KPPS Pemilu 2024, Ini Syaratnya
“Untuk itu, kami apel-kan dari berbagai elemen mulai TNI, Polri, Pemkot dan BPBD. Ini sekaligus mengecek kesiapsiagaan berbagai peralatan dan personel, jika nanti terjadi bencana sudah siap,” katanya.
“Hari ini, kami awali dengan membersihkan bantaran sungai di Kota Blitar. Harapannya, kalau curah hujan tinggi tidak terjadi sumbatan,” lanjutnya.
Kota Blitar sendiri memang memiliki sejumlah ancaman bencana alam pada musim hujan ini. Selain banjir, angin puting beliung juga masih menjadi ancaman yang patut diwaspadai bersama.
Warga pun diminta untuk aktif merawat lingkungan, agar alam tetap bersahabat dengan manusia. Selain warga juga diminta untuk segera melapor jika menemukan potensi-potensi bencana seperti pohon yang sudah lapuk. [owi/beq]






